AMBON, Siwalimanews –  Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku M Hatta Hehanussa, mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperhatikan kualitas proyek talud penahan ombak yang dikerjakan oleh pihak ketiga.

Pasalnya, banyak talud penahan ombak milik Dinas PUPR Maluku yang dikerjakan oleh kontraktor selaku pihak ketigas semuanya asal-asalan, sehingga dipastikan umur talud tidak dapat dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama.

“Hampir sebagian besar proyek talud yang dibangun itu seperti menara gading saja dan pasti tidak akan bertahan lama,” kesal Hehanussa  kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Senin (14/11).

Menurutnya, banyak proyek talud penahan ombak yang selesai dibangun, tetapi tidak ada penimbunan tanah bagian dalam oleh kontraktor, padahal tanggungjawab kontraktor salah satunya adalah, melakukan penimbunan.

Jika kualitas pembangunan talud tanpa diikuti dengan penimbunan tanah, maka ketika terjadi ombak akan menghancurkan seluruh badan talud dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban, termasuk daerah harus mengeluarkan anggaran untuk kembali memperbaikinya.

Baca Juga: Masuki Usia 11 Tahun, Nasdem Konsisten Kawal Gerakan Perubahan

“Dinas PUPR khususnya Bidang Sumber Daya Air mestinya memperhatikan secara serius pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor, termasuk memastikan penimbunan tanah dilakukan agar dapat melindungi badan talud dari hantaman ombak maupun abrasi pantai,” ucapnya.

Anggaran yang telah dikeluarkan oleh pemda tegas Hehanussa, harus digunakan secara maksimal, dengan memastikan setiap proyek yang dibangun memiliki kualitas, sehingga bertahan untuk waktu yang lama.

“Bidang SDA itu kita ingatkan awasi setiap pekerjaan proyek talud di lapangan secara ketat, agar kualitas talud juga kuat dan juga penimbunan tanah wajib dilakukan, sebab kalau tidak, maka sudah pasti cepat rusak itu talud,” tandasnya.(S-20)