AMBON, Siwalimanews – Sudah puluhan tahun warga Farmasi Atas, Desa Urimes­sing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon tidak menikmati air bersih.

Warga harus berupaya de­ngan merogoh kocek sendiri untuk membeli air tangki de­ngan kisaran harga Rp 200 ribu.

Padahal air bersih merupa­kan kebutuhan masyarakat sehari-hari paling utama yang dibutuhkan setiap manusia. Sayangnya, kesulitan menda­patkan air bersih ini masih kerap terjadi di beberapa desa/kelurahan di Kota Ambon, salah satunya yang dirasakan warga Farmasi Atas, Kelurahan Ku­damati, Kota Ambon.

“Sudah lama permasalahan terkait air ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pada­hal, air bersih ini merupakan kebu­tuhan utama untuk hidup, “ungkap warga Farmasi Atas, Bobby Palapia kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (3/4).

Menurut Palapia, sudah sejak lama masyarakat di Farmasi Atas dan sekitarnya sulit memperoleh Air Bersih. Masyarakat hanya bergantung pada sumber mata air yang terletak di Kawasan Alinong, di bawah gunung Kesia, Kudamati Fasmasi Atas.

Baca Juga: Dirujak Pencaker, Kadisnaker Cari Pembenaran

“Banyak masyarakat di Farmasi Atas hanya bergantung pada sumber air di Alinong itu. Padahal sumber mata air itu kecil dan saya rasa tidak bisa memenuhi kebutu­han seluruh masyarakat di Far­masi atas,“ jelasnya.

Kata dia, jika sumber air tersebut mengalami kerusakan maka mas­ya­rakat setempat tidak bisa mem­peroleh air bersih. Hal inilah yang menurut Palapia mesti menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon.

“Kalau ada kerusakan maka su­sah peroleh air bersih. Kalaupun ada itu airnya tidak sebera­pa,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat melaku­kan swadaya sendiri asalkan untuk bisa mendapatkan air bersih, na­mun masalah juga di listrik.

Ia menilai, permasalahan yang terjadi itu lantaran pemerintah ku­rang mengambil langkah-langkah yang strategis untuk bagaimana mengatasi permasalahan air bersih. Padahal, kata Palapia, pe­merintah harus mempunyai lang­kah yang inovatif untuk bisa me­ngelola sumber mata air di daerah itu, agar bisa dinikmati secara luas oleh masyarakat setempat.

“Pemerintah harus punya langkah-langkah yang inovatif untuk bagaimana mengatasi per­masalahan air bersih. Ini kan sum­ber mata air sudah ada, kan tinggal bagaimana langkah pemerintah untuk membangun bak penampu­ngan atau punya inovasi yang bisa memanfaatkan sumber mata air itu, untuk  bisa dinikmati oleh mas­yarakat yang ada di Farmasi atas dengan baik, “ katanya.

Tidak hanya Pemkot Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku juga dinilai lalai dalam melihat kondisi yang dialami oleh masyarakat dikawasan tersebut. Padahal ia mengungkapkan bahwa tugas dari pemerintah baik itu Pemerintah Kota maupun Provinsi harusnya jeli dalam melihat kebutuhan menda­sar dari masyarakat.

“Kalau bisa dibilang, Pemkot maupun Pemprov lalai dalam melaksanakan tugas mereka, padahal ada sekian banyak OPD, maupun balai-balai yang ada di pemerintah kota maupun provinsi yang mempunya tugas untuk menangani kebutuhan air bersih, “paparnya.

Mestinya, jika sumber mata air yang sudah tersedia menjadi suatu hal yang baik bagi pemerintah untuk tinggal bagaimana menge­lola sumber mata air tersebut. Akan tetapi, Pemkot maupun Pemprov seakan mengabaikan hal tersebut. Padahal ada dinas maupun balai yang bisa melakukan itu.

“Ini kan aneh yah, sudah ada mata air, tinggal pemerintah ambil langkah untuk membuat satu program terkait penyediaan air bersih yang diambil dari mata air itu. Tetapi yang terjadi kan yah pemerintah balik badan dan mengabaikan apa yang menjadi tugas dan tupoksi Pemerintah Kota maupun provinsi, “paparnya.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, tambah Bobby, maka kedepannya masyarakat setempat akan sangat kesulitan dalam memperoleh air bersih.

“Kalau dibiarkan, maka kedepan masyarakat akan sulit memperoleh air bersih. Apalagi pemerintah yang seolah-olah tidak peduli dengan adanya sumber mata air itu, sebab jika ada kerusakan nanti masyarakat susah peroleh air. Ini kan bahaya. Nanti baru dibilang kalau kesulitan air bersih, atau mata air keringlaj, padahal itu akibat dari kelalaian pemerintah dalam melihat sumber-sumber mata air yang ada di Kota Ambon, “tegasnya.

Untuk itu, ia mendesak agar Pemerintah Kota maupun Pem­-prov mesti mengambil langkah cepat untuk melihat sumber mata air yang ada di Farmasi Atas, untuk dapat dikelola dengan baik demi, kebutuhan masyarakat setempat. (S-05)