AMBON, Siwalimanews – Proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah Negeri Urimesing yang berlokasi di kawasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon mangkrak.

Mangkraknya proyek senilai Rp 2.141.533.00  yang bersumber dari DAK 2021 yang dikerjakan CV Marawakan milik Warliman Wattimury ini, lantaran upah yang diberikan ke pekerja tidak sesuai, hal inilah yang membuat para pekerja akhirnya melakukan aksi mogok.

Chaken salah satu pekerja kepada wartawan mengaku, terdapat dua unit bak air bersih yang dikerjakan dalam proyek tersebut. Ia dan 6 pekerja lain kebagian mendirikan bak utama.

Persoalan muncul ketika perjanjian awal dengan pihak kontraktor yang meminta para pekerja membangun bak dengan ukuran 3x6x3 meter dengan biaya pekerjaan sebesar Rp 30 juta.

Dalam pelaksanaannya pekerjaan, pihak kontraktor mengubah ukuran menjadi 5x7x3 meter, hanya saja dalam perubahan ukuran tersebut upah pekerja tidak dinaikan.

Baca Juga: Bupati Buka Seminar Penetapan Pakaian Adat Aru

“Awalnya minta dibangun 3x6x3, sementara pekerjaan sementara jalan diubah ukuran bak lagi ke 5x7x3. Kalau ukuran awal itu harganya Rp 30 juta, pas diubah harganya tidak berubah, kalau dari pekerja kita mau dinaikan jadi Rp 42 juta, karena memang perubahan cukup banyak,” tuturnya.

Tak hanya itu, Chaken juga mengaku, banyak mendapat potongan upah tanpa alasan yang jelas. Bahkan dari proyek yang dikerjakan, pihaknya baru menerima upah sebesar Rp 13 juta. Hal itulah yang menjadi alasan para pekerja memilih mogok kerja sampai ada kejelasan pasti.

“Kita ini seperti ditipu, contohnya pencairan Rp 10 juta yang kita terima tidak sejumlah itu, belum lagi pekerjaan angkat timbunan yang juga dipotong. Saat ini baknya belum selesai, baru ikat lantai, cakar ayam, dasar, dinding dan kita tahan sampai ada kejelasan dulu,” ucapnya.

Tak hanya itu, keganjalan proyek juga terlihat dari rencana anggaran Belanja (RAB), jika sesuai RAB bak utama harus dibangun dengan ukuran 6×8×3, sementara bak kecil dibangun dengan ukuran 6x6x3.

Namun realisasinya pekerja justru diperintahkan membangun bak utama dengan ukuran 5x7x3. (S-45)