AMBON, Siwalimanews – Program pembinaan kemandirian bidang manufaktur atau kerajinan tangan) bagi warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Ambon resmi dibuka, Selasa (8/3).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Maluku Saiful Sahri dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu mengatakan, program pembinaan kemandirian menjadi salah satu dari pilar penentu keberhasilan pembinaan narapidana di dalam lapas maupun rutan.

“Berdasarkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), sebenarnya untuk tahun ini akan dilaksnakan dua kegiatan, tetapi karena kebutuhan keuangan negara, maka hanya satu kegiatan yang dapat dilaksanakan. Kita beharap nantinya pada triwulan berikutnya kegiatan lainnya dapat dilaksanakan,” ungkap Saiful kepada Siwalimanews, disela-sela kegiatan tersebut.

Menurutnya, kerajinan tangan dinilai sangat efektif, mengingat bahan baku yang mudah didapat. Untuk itu ia berharap, kegaitan ini harus menghasilkan output produksi yang luar biasa yang miliki nilai ekonomis.

“Setelah diskusi bersama, kita sangat membutuhkan yang namanya keahlian dibidang kerajinan tangan,  kenapa? Hanya itu yang kurang di Lapas Ambon, mengingat sejumlah pembinaan telah dilaksanakan sebelumnya, termasuk pertanian dan jasa,” ujarnya

Baca Juga: Perjalanan Domestik tak Lagi Wajib PCR Antigen

Saiful juga meminta kepada para peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, agar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat saat kembali ke tengah-tengah masyarakat.

“Kalian ialah orang orang pilihan atau boleh dibilang akan menjadi embrio yang nantinya menjadi cikal bakal menjamurnya kerajinan tangan di Ambon,” tandasnya.

Pada kesmepatan itu, Saiful tak lupa juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan instruktur, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.

“Saya titip para peserta ini untuk diberikan pengetahuan dan ketrampilan sehingga menjadi manusia yang prduktif kelak,”  pintanya .

Sebelumnya Plt Kasie Kegiatan Kerja Berthy Supusepa dalam laporannya mengatakan, program pembinaan kemandirian tersebut akan dilaksanakan selama lima hari kedepan yang diikuti 20 WBP, dengan metode pembelajaran ceramah dan prkatek  yang diberikan oleh instrkutur dari SMK Negeri 3 Ambon. (S-21)