AMBON, Siwalimanews – Warga kawasan Mardika khusus­nya di lantai dua gedung Pasar Gotong Royong, Kelurahan Huni­popo, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (26/2) digegerkan de­ngan penemuan mayat lelaki tanpa identitas.

Pria ini ditemukan ter­bujur kaku tanpa  menggu­nakan baju. Hanya menge­nakan celana panjang berwarna coklat dengan topi berwarna merah.

Sinyo Latuperissa, war­ga Dusun Kayu Tiga, Negeri Soya, Kecamatan Sirimau Kota Ambon ke­pada pihak kepolisian di lokasi kejadian menerangkan, awal­nya saksi sementara duduk dilantai satu gedung pasar Gotong Royong bersama beberapa rekannya.

Tiba-tiba mereka didatangi salah seorang warga yang tidak diketahui identitasnya menyampaikan kepada mereka ada orang yang meninggal dilantai dua.

Mendengar itu, saksi bersama rekan-rekannya bergegas naik ke lantai dua untuk memastikan kondisi korban, namun korban sudah meninggal dunia.

Baca Juga: TPPU RL, Dua Notaris Diperiksa KPK

“Atas temuan itu saksi langsung memerintahkan salah seorang re­kannya untuk melapor ke Mapolsek Sirimau. Tindaklajutnya pukul 03.40 WIT Kapolsek Sirimau AKP Sally Lewerissa dan personilnya tiba di TKP,” ungkap Kasi Humas Polresta Ambon Iptu  Moyo Utomo dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Minggu (26/2).

Beberapa saat setelah personil Polsek mengaman TKP,  pukul 04.00 WIT petugas SPKT dan personil Unit Identifikasi Polresta Ambon tiba di TKP melakukan proses identi­fikasi terhadap jenazah korban. Pukul 05.11 WIT Jenazah korban dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Ambon.

Dari hasil visum luar yang dilakukan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit diderita.

“Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat serangan penyakit yang diderita  disebab­kan karena dalam proses ident­i­fikasi terhadap jenazah korban, ditemukan 4 buah jenis obat,”­pung­kas Moyo.

Obat ditemukan bersama korban, yakni Paracetamol, Vitamin B Complex, Salbutamol Sulfate dan Molapeet.

“Tanggal 24 Februari 2023 kemarin, korban sempat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Waihaong dengan menggunakan identitas diri atas nama Andre,” tambah Moyo.

Sementara menyangkut identias korban, Ketua RT 02/RW 02, Kelurahan  Hunipopu, Muliana Rasjid mengakui,  tidak pernah melihat korban di lokasi Pasar Gotong Royong sebelumnya.

“Lokasi tersebut merupakan tempat berkumpul dari masyarakat yang tidak dikenal,” kata Moyo, mengutip perkataan Muliana Rasjid.(S-10)