AMBON, Siwalimanews – PT PLN (Persero) menyuplai listrik sebesar 555 kilo volt ampere (kVA) untuk pabrik Jagung milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan, dengan pasokan daya ini, mampu mening­katkan produktivitas pabrik hingga mencapai 50 ton per hari.

“Ini untuk mendorong moder­nisasi sektor pertanian di tanah air. Hal ini tercakup dalam program Electrifying Agriculture (EA) yang salah satu bentuknya adalah menyuplai listrik untuk pabrik jagung Pemprov Sumbar, terang Darmawan.

Lanjutnya melalui program ini, pihaknya berharap produktivitas para petani kita dapat meningkat, maju dan modern.

Program EA, menurutnya meru­pakan salah satu inovasi PLN yang juga bertujuan untuk menekan biaya operasional di sektor pertanian yang selama ini berbasis pada energi fosil yang mahal. Sehingga, produktivitas bisa meningkat dan disaat yang sama tetap ramah lingkungan.

Baca Juga: Warga Pulau Sumbawa-Bajo Kini Nikmati Listrik 24 Jam

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar Eric Rossi Priyo Nugroho juga mengatakan, PLN siap me­ngawal pertumbuhan bisnis dan industri di Sumbar dengan pela­yanan cepat dan ketersediaan listrik yang andal.

Hal tersebut terlihat dari kesuksesan pabrik jagung Pemprov Sumbar yang mampu memaksi­malkan kapasitas produksinya.

Dengan itu, pihaknya meminta para pelaku bisnis dan industri lain untuk tidak ragu menggunakan listrik PLN. Karena infrastruktur kelistrikan PLN di Sumbar sudah sangat mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Ketersediaan daya listrik di Sumatera Barat cukup dan andal dalam mendukung bisnis dan industri. Sangat disayangkan jika masih ada yang menggunakan pembangkit mandiri berbahan bakar solar,” terang Nugroho.

“Saya mengajak para pemilik pabrik dapat mengikuti langkah pabrik jagung Kinali yang terbukti sukses meningkatkan hasil produksinya,” katanya lagi.

Terkait dengan itu, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Provinsi Sumatera Barat, Richardo mengapresiasi pihak PLN yang dengan sigap memenuhi kebutuhan listrik untuk pabrik pengolahan jagung di Kinali.

Pasokan listrik yang andal, ia anggap krusial karena pabrik ini menggunakan mesin skala besar.

“Dari survei awal hingga penyambungan listrik, kami sangat terbantu oleh PLN. Pelayanannya pun cepat, sangat memuaskan. Saya percaya PLN dapat mengawal setiap keandalan terkait suplai kelistrikan,” kata Richardo.

Ditambahkan, bahwa pabrik Jagung yang dibangun pada 2023 lalu, itu berperan penting memajukan industri di Kinali yang merupakan sentra produksi Jagung di Sumbar.

Dengan suplai listrik PLN, pabrik tersebut kini mampu berproduksi hingga 50 ton per hari.

“Dengan mesin yang berkualitas, hasil yang didapat akan lebih banyak dan lebih baik. Kami ingin petani Jagung di Provinsi Sumatera Barat lebih sejahtera dengan hadir­nya pabrik ini,” tandasnya. (S-25)