AMBON, Siwalimanews – Gara-gara pesta joget, satu warga Ohoidertutu, meregang nyawa. Kini, polisi sudah berhasil mengendalikan situasi di sana.

Dua kelompok pemuda yakni asal Desa Ohoidertutu dan Desa Ohoiren Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, terlibat bentrok.

Diketahui bentrokanan berawal dari acara pesta joget di salah satu rumah warga di Ohoi Somlain pada Sabtu (23/7) dini hari.

Akibat bentrokan yang terjadi, satu orang warga yakni, Ignasius Balwo Renyaan Hemas warga Ohoidertutu dikabarkan tewas, akibat sejumlah luka sayatan benda tajam di sekujur tubuh, sementara 6 orang lainnya mengalami luka.

Informasi, yang di himpun redaksi Siwalima menyebutkan,  bentrokan yang terjadi berawal dari acara pesta Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIT. Saat itu terjadi cek-cok antar pemuda yang berakhir pembacokan terhadap warga Ohoidertutu Ignasius Balwo Reyaan Hemas.

Baca Juga: Korban Speedboat Tenggelam di SBT Belum Ditemukan

Tak terima atas kematian Ignasius, warga Ohoidertutu mendatangi Desa Ohoiren dengan tujuan mencari pelaku.

Beruntung aksi tersebut berhasil diredam setelah personil Polsek Kei Kecil Barat menghadang massa dari Desa Ohoidertutu sehingga bentrokan tidak meluas.

Pelaksana Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Denny Abrahams yang dikonfirmasi redaksi Siwalima, Minggu (24/7) membenarkan keja­dian tersebut.

Menurutnya, personil Polsek Kei Kecil Barat berhasil menghadang kelompok massa sehingga pertikai­an dapat diredam.

“Salah satu massa berhasil diha­dang personil sehingga bentrokan tidak sampai terjadi,” ujar Abrahams.

Katanya, situasi saat ini sudah berangsur kondusif, hanya saja untuk mencegah adanya bentrokan susulan pihaknya mensiagakan personil diantara kedua desa.

“Situasi sudah kondusif, namun personil masih disiagakan di Polsek Kei Kecil Barat,” tuturnya.

Doa Bersama

Terpisah, di Kota Tual seluruh ele­men komitmen untuk menghentikan bentrok di kota tersebut dengan menggelar doa bersama untuk per­damaian Kota Tual.

Bentrokan antar kelompok yang marak terjadi di Kota Tual membuat seluruh elemen masyarakat, TNI, Polri dan Pemerintah Kota Tual ber­komitmen untuk menghentikannya.

Komitmen tersebut ditandai dengan doa bersama di perempatan Kompleks Wearhir Harimau Putih, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, Jumat (22/7) pukul 00.00 WIT.

Kapolres Tual AKBP Prayudha Widiatmoko mengatakan, wilayah Kota Tual merupakan wilayah yang sering terjadi bentrok antar pemuda. Bentrokan kerap terjadi antar pemu­da kompleks, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Doa bersama yang dilaksanakan malam ini dalam rangka damainya Kota Tual, doa bersama ini meli­bat­kan pemerintah daerah TNI/Polri serta elemen masyarakat,” ungkap Ka­polres.

Doa bersama tersebut, lanjut Kapolres, dibawakan oleh para to­koh agama, selanjutnya dilanjutkan dengan acara makan bersama untuk merajut kebersamaan.

Kegiatan itu dihadiri Danlanal Tual, Kasdim 1503 Tual, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta personil Polres Tual dan para pemuda Kota Tual. (S-10)