AMBON, Siwalimanews – Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik IV Provinsi maluku resmi di buka oleh Gubernur Maluku Murad Ismail di lapangan Lodar El dengan mengusung tema “Mewujudkan Persaudaraan Sejati untuk Indonesia Maju”, di Lapangan Lodar El, Minggu malam, (25/9).

Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh gubernur, didampingi Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra, Walikota Tual Adam Rahayaan, Ketua LP3KD Maluku Pastor Agustinus Arbol, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku. H. Yamin dan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad.

Kegiatan Pesparani selama tujuh hari dari tanggal 24 hingga 30 September dengan 13 mata lomba yang dipertandingkan di ikuti 1.294 orang peserta dari 11 kabupaten kota.

Rangkaian acara pembukaan dimulai dengan Misa Konse­lebrasi atau Misa Pembukaan. Diikuti para Uskup, Pastor, Suster dan Frater serta kontingen dan umat Katolik yang hadir.

Selanjutnya Devile oleh seluruh kontingen yang mengikuti lomba. Di akhir acara pembukaan, dilakukan penyerahan Piala Bergilir dari Kabupaten Kepulauan Aru kepada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) dan penyerahan Piala Bergilir dari gubernur kepada Panitia Pelaksana Pesparani IV Provinsi Maluku.

Baca Juga: Pengelolaan Udang Belum Tersentuh Dinas Perikanan

Gubernur di kesempatan ini mengatakan, masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, saat ini sedang larut dalam sukacita dan kebahagiaan bersama para kontingen Pesparani, yang telah hadir di Bumi Larvul Ngabal.

“Hakikat utama penyelenggaraan Pesparani, adalah sebuah upaya meningkatkan kesadaran umat Katolik untuk mengagungkan kemuliaan Tuhan melalui Mazmur dan Madah Pujian,” kata gubernur.

Menurutnya ajang ini sengaja dikemas dalam bentuk perlom­baan, guna menggali dan men­-da­yagunakan potensi seni dan budaya daerah, untuk diakomodir dalam tata ibadah gereja.

Pesparani, sambungnya juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan penghayatan iman umat Katolik yang bertakwa kepada Tuhan. Baginya, event ini merupakan sebuah pencapaian besar yang dilakukan Pemerintah Kota Tual, panitia penyelenggara dan LP3KD Maluku.

“Saya percaya melalui event kerohanian seperti ini, maka komitmen kita menjadikan Maluku sebagai laboratorium perdamaian akan terus lestari,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan di antara sesama kontingen. Sebab, perlombaan adalah kompetisi yang harus disikapi dengan bijak, dan kalah menang merupakan hal lumrah. Dengan terselenggaranya Pesparani ini, ia berharap eksistensi umat Katolik Maluku yang diaktualisasikan melalui pesta rohani, akan semakin mewarnai perjalanan bersama umat beragama di Maluku.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Maluku, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Kota Tual/ Maluku Tenggara, Uskup Diosis Amboina, Pastor, umat Katolik Maluku, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Maluku dan Kota Tual, seluruh kontingen, panitia penyelenggara, dewan juri, dan masyarakat Kota Tual / Maluku Tenggara lingkup komunitas Islam-Protestan-Hindu-Budha dan Konghucu, atas dukungan dan doanya,” ucapnya.

Acara pembukaan dihadiri, Danrem 151/Binaya. Brigjen TNI. Ridwan, Penjabat Sekda Maluku Sadli Ie,  Walikota Tual Usman Tamnge, para bupati Penjabat bupati,  walikota se-Maluku, Danlanal Tual. Kolonel Laut (P) Indra Dharma, Dandim 1503/Tual. Letkol Inf. Arfa Yudha Prasetya, Danlanud Dumatubun. Letkol Pnb. Ruli Surya PS, Kapolres Tual AKBP Prayuda Widiyatmoko serta para tokoh agama dan adat. (S-09)