AMBON, Siwalimanews –  Penyaluran bantuan sosial dari Pangdam Pattimura, BUMN dan tokoh lintas agama dalam bentuk sembako, kembali dilaksanakan di Desa Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Penyaluran bansos dibantu oleh Personel Satgas Kodim Maluku, Pos Haruku yang dibantu masyarakat dan tokoh setempat.

Pangdam Pattimura Mayjen Richard Tampubolon mengaku, akan berupaya agar program bansos bagi masyarakat pengungsi di Aboru terus berkesinambungan sesuai kebutuhan mereka.

Pangdam berharap  pemberian bansos ini, nantinya dapat berdampak pada peningkatan kepercayaan dan kemandirian masyarakat pengungsi untuk kemudian bisa kembali hidup normal seperti sediakala.

“Kita terus lakukan upaya trust building, untuk menumbuhkan peace building yang sesungguhnya, kemudian diharapkan nanti otomatis tercipta kemandirian menjalani kehidupan seperti semula,” jelas Pangdam.

Baca Juga: Hari ini, Baznas Salurkan Bantuan ke Desa Sesar

Pangdam juga menghimbau kepada seluruh pengungsi dan masyarakat Aboru agar dapat memanfaatkan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya dan tetap menjaga kesehatan,” Tulis pihak Pendam Pattimura dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Kamis (24/2).

Sementara itu, dihadapan masyarakat penerima bantuan, Pabandya Bakti TNI Sterdam Pattimura Letkol Inf Rudi Hanif Fanul Fatah mengatakan, penyaluran bansos tersebut merupakan wujud solidaritas dalam meringankan beban ekonomi pasca konflik, khususnya ditengah pandemi Covid-19.

Bansos tersebut diterima langsung oleh Pendeta Nel Hukom yang  mengungkapkan rasa syukurnya mewakili pengungsi Kariu di Aboru.

“Kami sangat berterima kasih, atas dikirimnya bantuan ini dari bapak Pangdam serta pihak- pihak lainnya. Dengan bantuan ini, sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Danpos Satgas Kodim Maluku Pos Haruku, Letda Arh Donald Parhusip mengatakan, program penyaluran bansos adalah wujud kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat pengungsi di Aboru.

“Jangan sampai masyarakat lebih mempercayai propaganda kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya. (S-07)