AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota Ambon memas­tikan bahwa pengungsi korban kebakaran di Belakang Kota akan menempati lokasi pengungsian di Pasar Gotong Royong.

Akibat kebakaran tersebut 103 kepala keluarga dan 219 jiwa harus tingal di lokasi darurat.

Penjabat Walikota Ambon Bo­dewin Wattimena memastikan para pengungsi segera menempati Pasar Gotong Royong.

“Hari ini para pengungsi keba­karan kita pindahkan ke pasar gontong royong,” terang Walikota  ketika dikonfirmasi wartawan di Gedung Ashari Al-Fatah Rabu (17/5) kemarin.

Dirinya menjelaskan jumlah korban kebakaran saat ini sebanyak 103 Kepala Keluarga dan 219 jiwa sementara bangunan yang terbakar sebanyak 110 unit.

Baca Juga: Lewerissa: Perikanan di Maluku Belum Dikelola Maksimal

Ratusan Rumah Terbakar

Diberitakan sebelumnya, keba­karan hebat yang terjadi di Belakang Kota, Senin 15 Mei, malam meng­akibatkan 110 rumah terbakar, 1 tewas dan 3 luka bakar sementara 219 jiwa dari 113 kepala keluarga mengungsi.

Korban tewas yakni Sri Umar (21) warga Ulatu, Kecamatan Huamual, Kabupaten SBB yang berprofesi sebagai mahasiswa sekaligus penjaga toko Mebel Ananda yang ikut terbakar dalam peristiwa itu.

“Korban ditemukan meninggal dunia di Toko Ananda milik Haji Hamka. Korban keberja sebagai penjaga toko. Pukul 01.00 WIT korban dibawa dengan meng­guna­kan mobil Ambulance ke RS Bha­yangkara untuk dilakukan peme­riksaan medis,” jelas Kasi Humas Polresta Ambon Iptu Jane Luhukay kepada wartawan, Selasa (16/5).

Selain korban meninggal, lan­jutnya 3 orang juga dikabarkan mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke RS untuk mendapat perawatan medis. ketiga korban luka adalah sopir Sigra dan dua penumpangnya.

Pengendara mobil Sigra, Trisman Pattiselano (40) warga Batu Gajah sementara di rawat di RS Bhati Rahayu akibat luka bakar dibagian belakang, sementara dua penum­pang­nya masing-masing Salmon Syahilatua (35) dirawat di RS Al-Fatah dan Nur Sigit Yusuf  merupa­kan anggota Denkav 5 BLC dirawat di RST.

Berdasarkan keterangan saksi Lapori (36), lanjutnya awalnya saksi sementara berdiri di depan kosnya tiba-tiba saksi mendengar bunyi ledakan yang tidak jauh dari saksi berada disertai dengan nyala api yang berasal dari mobil Daihatsu Sigra warga Merah.

“Setelah bunyi ledakan dan kobaran api dari mobil, saksi melihat sopir lompat keluar dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri serta mobil berjalan tanpa sopir mengarah ke kiri jalan dan api merembet ke toko Ananda (mebel) sebelum akhirnya merembet,” ungkapnya. (Mg-1)