AMBON, Siwalima – Dari total 1.152 kuota yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (P3K) Kota Ambon, dengan rincian formasi guru 942 kuota dan tenaga kesehatan sebanyak 210 kuota.

Namun hingga kini, untuk formasi guru dari kuota yang disediakan, baru 650 orang yang mendaftar. Bahkan dari jumlah itu, ada sekitar 90 orang diantaranya, yang masih bermasalah soal administrasi, sehingga total yang sudah memenuhi ketentuan pada formasi ini, baru 560 orang.

Sementara untuk formasi tenaga kesehatan Kota Ambon, justru melebihi kuota, yakni dari kuota 210, yang sudah mendaftar 256 orang.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Christianto Laturiuw kepada Siwalimanews, usai rapat bersama BKD di Baileo Rakyat Belakang Soya, Kamis (24/11) mengaku,  data yang disampaikan ini berdasarkan konfirmasi komisi dengan pihak BKD.

“Untuk Formasi guru itu baru 650 yang mendaftar, 90 diantaranya masih bermaslah soal administrasi, itu berarti sisa 560. Sementara kuotanya 942. Dan untuk kesehatan, justru melebihi, namun setelah diverfiikasi, justru hanya 150 yang lolos,” ucapnya.

Baca Juga: Pengungkapan Kasus Narkoba di BNNP Maluku Lampaui Target

Itu artinya kata dia, masih terbuka lebar kesempatan bagi honorer yang memenuhi syarat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, untuk segera mendaftarkan diri. Demikian juga dengan formasi pada tenaga guru.

“Jadi kuota Kota Ambon dari 1.152 itu, masih terbuka kesempatan bagi sekitar 400 lebih pendaftar,” ujarnya.

Terkait dengan itu, Tito mengaku belum mengkonfirmasi lanjut terkait belum memenuhinya kuota pada masing-masing formasi tersebut. Apakah itu disebabkan jumlah tenaga honorer yang kurang, atau pendaftarnya yang kurang, itu belum diketahui.

Karena jika demikian, sementara data tenaga honorer untuk guru yang tercatat per September 2022 kemarin, itu berjumlah 1.935.

“Maka dari itu kami sedang minta data dari Dinas Pendidikan tolong bikin rinciannya, berapa honorer yang berstatus sebagai guru, staf, tata usaha, penjaga sekolah atau lainnya. Supaya kita bisa tahu, karena kuota pendaftaran sampai kemarin, baru sekitar 650 itu. Artinya masih banyak yang belum terisi,” tandasnya.

Nantinya data dari dinas ini dirincikan tambah Laturiuw, baru akan dibahas langkahnya akan seperti apa, mengingat masih banyak posisi yang belum terisi dari kedua formasi tersebut.(S-25)