AMBON, Siwalimanews – Pantai Wainitu merupakan salah satu pantai di kawasan Talake, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, yang sering dikunjungi masyarakat untuk bersantai.

Namun sayangnya, kebersihan pantai tersebut belum terjaga, akibat minimnya kesadaran para pengunjung dan juga masyarakat sekitar, yang masih sering membuang sampah ke pantai.

Melihat kondisi tersebut, Pemuda Talake bekerja sama dengan Koordinator Unit II Sektor Galilea serta disponsori oleh Pemerintah Kota Ambon, menggelar lomba bersih pantai, Sabtu (2/12).

Lomba yang diikuti 30 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang itu akan membersihkan sepanjang pesisir pantai dari sampah, berdasarkan jenis dan jumlah beratnya untuk bisa memenangi lomba itu.

“Kawasan Talake adalah kawasan pendidikan, yang didalamnya tersedia PAUD hingga universitas, dimana implementasi dari pendidikan itu adalah bentuk teori, tetapi prakteknya dapat dilihat dari berbagai kegiatan yang mengedukasi, yang mana itu bisa dilakukan oleh pemerintah, keagamaan dan organisasi, seperti yang kita lakukan hari ini,” ucap Ketua Panitia lomba, Michael Adam saat membuka kegiatan itu.

Baca Juga: Rahawarin, Pakel dan Rahman Diusulkan ke Presiden 

Dikatakan, sampah merupakan salah satu problem Pemerintah Kota Ambon dari tahun ke tahun, oleh sebab itu, untuk mendukung pemerintah dalam menangani persoalan sampahitu, maka acara ini digelar.

“Antusias warga luar biasa. Jika ini berjalan baik dan ada kesadaran soal buang sampah, maka kedepan kami juga akan menawarkan kepada Pemerintah Kota Ambon agar di Wainitu juga bisa menjadi persinggahan Ambon- Darwin yacht race yang menjadi agenda wisata tahunan itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon Alfredo Jansen Hehamahua dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan dimaksud.

Menurutnya, ini kolaborasi yang baik untuk membersihkan pantai, sebab bicara soal sampah, memang tidak ansih tugas dan tanggungjawab pemerintah saja, namun butuh partisipasi masyarakat, gereja, organisasi dan lainnya untuk bisa mengelola sampah di Kota Ambon.

“Hari ini, timbunan sampah di Kota Ambon mencapai 220 ton. Kita baru bisa angkut ke TPA itu 180-185 ton per hari, sisa sampah yang belum bisa diangkut itu tersebar, ada yang di Leitisel, dan lainnya yang belum terlayani,” ujarnya.

Menurutnya, ada tujuh persoalan sampah di Kota Ambon, diantaranya soal timbunan sampah, karena semakin banyak orang melakukan aktivitas di Ambon, pola konsumsi  masyarakat,kemudian persoalan armada atau sarana prasarana.

Persoalan berikut yakni, minimnya partisipasi masyarakat, kemudian tingkat kesadaran masyarakat dan penegakan aturan/sanksi. Berkaitan dengan itu, maka pemkot bersama DPRD melakukan revisi perda yang mana soal sampah, terutama retribusinya masuk dalam Perda tentang Pajak dan Retribusi yang nantinya akan disosialisasikan bagi masyarakat di setiap desa/negeri dan kelurahan.(S-25)