AMBON, Siwalimanews – Sebentar lagi Pemerintah Kota Ambon bakal memiliki Computer Security Incident Response Team atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT).

Hadirnya CSIRT dapat mempro­teksi serangan keamanan siber dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, termasuk melakukan patroli siber di media sosial.

Hal ini disampaikan oleh Pelak­sana Tugas Kadis Kominfo dan Persandian Kota Ambon Ronald Lekransy di sela-sela pertemuan dengan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara di Balai Kota, Selasa (5/3).

Menurutnya kehadiran tim BSSN di Kota Ambon selain bertemu dengan penjabat Walikota Bodewin Wattimena  dan Sekot Agus Riri­masse kehadiran mereka juga sekaligus mendiskusikan upaya pembentukan CSIRT.

Penguatan keamanan dan keta­hanan siber melalui pembangunan dan penguatan CSIRT dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah insiden serangan keamanan informasi di Kota Ambon.

Baca Juga: HIV dan AIDS Telah Menyeberang ke SBT

Ini mendapat respon baik dari penjabat walikota dan pa Sekot yang ditemui di ruang kerjanya masing-masing oleh perwakilan BSSN Aris Munandar dan Roybafih Sukisman,” terangnya.

Untuk itu ia berharap dirinya berharap kedepan hadirnya CSIRT dapat memproteksi serangan keamanan siber dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, karena ini akan menghambat kinerja pemda.

Masalah keamanan siber, lanjutnya masih belum mendapatkan perhatian, sehingga lewat CSIRT ini dapat membangkitkan kesadaran aparatur pemkot dalam hal keama­nan siber.

“Dengan adanya asistensi BSSN ini, Diskominfo juga dapat mela­kukan patroli siber untuk memblokir berita hoax, ujaran kebencian dan informasi yang menyesatkan,” terangnya.

Sementara itu perwakilan BSSN, Aris Munandar mengaku serangan terhadap keamanan siber terus terjadi dan jumlahnya semakin meningkat.

Oleh sebab itu, BSSN dalam tahun menargetkan pembentukan 32 CSIRT di pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Ambon.

“Kita akan membentuk 32 CSIRT di seluruh Indonesia termasuk di Kota Ambon,” tegasnya.

Untuk diketahui, selama melakukan kunjungan kerja di kota ambon, tim BSSN juga akan melakukan pengujian instrumen serta verifikasi, sejauh mana kesiapan pemkot dalam mengatasi serangan siber.

Selain itu juga akan dilakukan workshop atau bimtek bagi CSIRT yang telah terbentuk sesuai SK Walikota.

Workshop pengelolaan CSIRT dan sosialisasi keamanan siber direncanakan berlangsung Kamis 7 Maret. (S-09)