TIAKUR, Siwalimanews – Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Barat Daya bertekad untuk memberantas stunting.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Maluku mencapai 24,4% pada 2023, prevalensi balita stunting di MBD 25,70 persen.

“Segala upaya sesegera mungkin dilakukan penanganan atau tindakan pencegahan oleh dinas terkait agar anak-anak kita yang ada di MBD harus terbebas dari stunting,” pinta Wakil Bupati MBD Agustinus Kilikily ketika membuka kegiatan manajemen pendampingan dan diseminasi audit kasus stunting di Gedung Serbaguna, Kota Tiakur, Rabu (13/9).

Dirinya mengaku kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan mengetahui jumlah anak yang berisiko stunting di Kabupaten MBD.

“Hasil identifikasi dilakukan analis guna memberikan rekomendasi untuk sesegera mungkin dilakukan penanganan atau tindakan pencegahan,” ujarnya.

Baca Juga: Penyerapan APBD oleh Pemprov Maluku Minim

Menurutnya, pelaksanaan rencana aksi nasional dilakukan dengan cara melakukan pendekatan kepada keluarga berisiko stunting.

Untuk itu tim percepatan penurunan stunting diharapkan dapat mengetahui penyebab terjadinya kasus sehingga upaya pencegahan terjadinya kasus serupa dapat dilaksanakan secara maksimal.

“Audit kasus stunting tahun 2023 telah dilaksanakan pada Kecamatan Pulau-pulau Babar, diharapkan akan terus dilakukan kepada semua desa dan dusun di Kabupaten MBD,” harapnya.

Stunting menjadi salah satu yang harus diselesaikan untuk mencapai pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, dinamis dan terampil serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sudah menjadi kewajiban kita semua stunting ini harus di rembuk secara bersama oleh seluruh komponen terkait dan penurunan angka stunting menjadi salah satu hal yang diprioritaskan di Kabupaten MBD,” tandasnya.

Untuk itu ia berharap segala upaya yang sudah dilakukan dalam menurunkan angka stunting dapat meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan keluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

“Diseminasi stunting ini juga akan dilaksanakan diskusi terkait audit kasus stunting, sasaran catin, bumil, pasca salin serta sinergitas dan konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting di Kabupaten MBD,” ungkapnya. (S-28)