DOBO, Siwalimanews – Pemerintah Kabuptaen Aru bekerjasama dengan Biro Kesra Setda Provinsi Maluku menggelar sosialisasi tentang kesehatan masyarakat dan penyakit menular, yang dipustakan di lantai II Kantor Badan Pengelalo Keuangan dan Aset Daerah, Kamis 25/5).

Bupati Aru Johan Gonga saat membuka kegiatan itu mengatakan, tiga hal yang harus menjadi perhatian yakni, pembangunan kesehatan merupakan salah satu Unsur penopang peningkatan indeks pembangunan manusia, di samping unsur pendidikan dan ekonomi. Untuk itu pembangunan kesehatan harus lebih di dorong pada aspek aspek promotif dan preventif, tanpa melupakan aspek kuratif rehabilitatif.

“Selanjutnya diperlukan kerja sama lintas program maupun lintas sektor dangan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, generasi muda, untuk secara bersama-sama kita perang melawan segala bentuk penyebaran penyakit menular berserta dampak sosial yang ditimbulkan,” ajak bupati.

Sementara hal ketiga kata bupati yakni, dengan semangat Sita Eka Tu Jargaria, mari ciptakan budaya pola hidup sehat dan bersih, tanggung jawab disiplin, integritas, kerja keras, gotong royong, sehingga upaya untuk membangun masyarakat yang berkualitas, profesional, maju dan mandiri dan sejahtera benar-benar dapat terwujud.

“Kepada seluruh peserta, saya harapkan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya pola hidup sehat dan bersih yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat lebih bermanfaat baik bagi diri pribadi, keluarga maupun lingkungan tempat tinggal dan dapat menjadi agen perubahan tentang kesehatan,” pinta bupati.

Baca Juga: Pemprov Maluku Raih Opini WTP, Tapi Banyak Temuan

Menurutnya, masyarakat Aru patut bersyukur, karena selama kurang lebih empat tahun perjuangan untuk mencegah penyebaran Covid-19 telah membuahkan hasil yang optimal. Selain itu, adanya kebijakan pemerintah yang terkait dengan kehidupan normal kembali, membuktikan bahwa Maluku dan Indonesia umumnya telah bebas dari Covid-19.

Hal ini menunjukkan tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat semakin baik. Walaupun demikian, ikhtiar dan kewaspadaan harus tetap dikedepankan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama terjadi.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya bersama untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular, baik Covid-19, HIV/AIDS, Narkoba, Pornoaksi, Pornografi dan bentuk penyakit menular lainnya, serta dampak kesehatan dan dampak sosial yang ditimbulkan.

“Ini merupakan suatu kenyataan, bahwa dari tahun ke tahun kasus-kasus yang terkait dengan masalah HIV/AIDS, narkotika, pornoaksi dan pornografi selalu menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, termasuk yang hadapi di Aru,” ungkap bupati.

Olehnya itu kata bupati, untuk menyikapi kondisi ini, maka sedini mungkin harus mempersiapkan masyarakat, khususnya generasi muda bangsa agar mereka dapat terhindar dari hal-hal yang dapat merusak mental dan moral mereka.

Disamping itu, pola hidup modern yang bersifat hura-hura, kenakalan remaja, perkelahian antar remaja, antar warga, bahkan antar desa/kampung, harus dapat dihindari, sehingga hidup ini akan semakin indah dan damai.(S-11)