AMBON, Siwalimanews – Jumlah pegawai pada Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  Ambon yang positif terpapar Covid-19 bertambah menjadi 36 orang dari sebelumnya 26 orang. Sebelumnya, jumlah pegawai yang ter­papar sebanyak 26 orang termasuk Ke­pala BPOM. Kini jumlahnya bertam­bah menjadi 36 orang setelah hari ini 10 pegawai lagi terkonfirmasi positif.

“Benar ada penambahan 10 pegawai BPOM yang positif hari ini (kemarin-red),” jelas Ketua Harian Gugus Tugas Perce­pa­tan Penanganan Covid-19 Ma­luku, Kasrul Selang ketika dikonfirmasi Siwalima, di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (1/8).

Menurutnya, 10 pegawai yang baru terpapar ini telah menjalani isolasi man­diri di rumah masing-masing, dan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan lanju­tan kepada mereka. “Yang terpapar baru ini akan diperiksa kesehatan dulu, kalau tidak bergejala akan dimasukan ke Diklat BPSDM, tapi kalau bergejala kita pindahkan ke rumah sakit,” jelas Kasrul.

Ia mengaku, sejauh ini aktivitas di Kantor BPOM Ambon sudah tak berjalan lagi, sebab kantornya sudah ditutup, dan aktivitasnya dipindahkan ke rumah masing-masing pegawai. Sementara pe­­gawai yang bekerja di laboratorium tetap melaksanakan tugas seperti bia­sa. “Untuk pegawai Lab tetap berkan­tor seperti biasa, sementara pegawai lain­nya bekerja dari rumah,” ucap Kasrul.

Sementara itu, Kepala BPOM Ambon, Hariani yang dikonfirmasi Siwalima juga membenarkan ada penambahan jumlah yang terpapar. “Jadi yang terpapar itu 7 orang dari 5 pegawai,” jelas  Hariani.

Baca Juga: Lagi, 44 Pasien Asal Ambon Sembuh dari Covid

Selain itu katanya, proses tracking terus dilakukan kepada keluarga dari pegawai yang terpapar. “Sesuai dengan SOP kan harus dilakukan tracking ke keluarga dan atau orang yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif. Bukan hanya untuk BPOM tapi berlaku untuk semua harus seperti itu,” tandasnya.

Kepala BPOM Terpapar

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Hariani ikut terpapar virus corona.

Hariani dinyatakan positif terjangkit virus berbahaya itu bersama 25 pegawainya berdasarkan uji sampel swab. “Jadi benar Kepala BPOM Ambon positif Covid-19,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan, di Kantor Kadin Maluku, Rabu (29/7).

Hariani saat ini menjalani karantina dan perawatan di rumah dinasnya. Sementara 24 pegawai di BPSDM Maluku, dan satunya lagi menjalani perawatan di RSUD dr. M Haulussy.

“Beliau minta dikarantina di rumah, sudah kita berikan, sedangkan 24 pegawai di Diklat BPSDM Maluku dan satu orang di RSUD Haulussy,” jelas Kasrul.

Kasrul mengatakan, untuk semen­tara Kantor BPOM ditutup. Hanya di labo­rato­rium tetap jalan. “11 tenaga analisis tetap melakukan kegiatannya di kantor,” ujarnya.

Pantauan Siwalima sejak pagi, tidak ada aktivitas kantor. Tak satupun pega­wai yang terlihat. Pintu pagar masuk ke areal kantor ditutup dan digembok. Di situ ada spanduk yang tertulis, “Mohon maaf, sehubungan dengan kebijakan work from home (WFH) kantor kami sementara tidak melakukan pelayanan tatap muka. Apabila ada keperluan khusus dapat menghubungi langsung melalui sarana komunikasi elektronik”.

Sejumlah kontak layanan juga tertera dalam spanduk tersebut. Baik itu pelaya­nan informasi/pengaduan, pelayanan sertifikasi/pengawasan serta pelayanan pengujian sampel. Layanan elektronik itu dibuka dari pukul 09.00-16.00 WIT.

Siwalima mencoba menghubungi tiga nomor kontak layanan elektronik yang ter­tera di spanduk tersebut, namun tak satupun yang aktif.

Sedangkan di halaman parkir kantor, terlihat ada 5 mobil dinas yang terparkir rapih. Hanya sesekali terlihat sekuriti yang mondar-mandir di areal parkir kemudian kembali masuk ke dalam kantor.

“Kantor sepi sejak pagi hari, tidak ada pegawai yang datang,” ujar Mario, salah satu warga yang tinggal berdekatan dengan Kantor BPOM Ambon.

Ia mengaku, baru tahu kalau puluhan pegawai BPOM terpapar virus corna dari media massa.

“Biasanya kalau aktivitas kantor berja­lan, pegawai kita lihat keluar masuk, tapi hari ini pintu gerbang sudah di tutup sejak pagi, sunyi pak,” ujarnya singkat.

Kepala BPOM Ambon Hariani yang dihu­bungi mengaku, kalau kondisinya baik. “Puji Tuhan, saya sehat-sehat saja,” ujar­nya.

Hariani mengatakan, aktivitas kantor untuk sementara ditutup sam­pai dengan situasi benar-benar kondusif. Namun pegawai yang tidak terpapar tetap bekerja dari rumah. “Ternyata protokol kesehatan yang sudah sedemikian rupa kami laksanakan masih bisa juga pegawai kita terpapar,” jelasnya.

Penutupan aktivitas kantor dilakukan untuk mensterilkan kantor. “Senin kami disinfektan ulang semua ruangan kantor,” ucap Hariani.

Hariani mengaku, aktivitas lab untuk uji sampel swab Covid-19 tetap berjalan, namun sementara terhenti, karena terkendala reagen. “Kebetulan kami kehabisan reagen untuk ekstraksi, jadi mulai hari ini kami belum bisa terima sampel baru,” jelas Hariani.

Pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada Dinas Kesehatan Maluku, namun stoknya juga habis dan masih pengadaan. “Reagennya masih dalam proses peng­ada­an, begitu jawaban dari dinkes,” ujar Hariani.

Hariani menambahkan, penerapan pro­tokol kesehatan sudah dilakukan pihaknya secara ketat, baik itu dengan mengukur suhu tubuh, setiap karyawan diwajibkan membawa hand sanitizer bahkan penyem­protan cairan disinfektan juga rutin dilakukan, namun pegawai terpapar Covid-19 juga.

“Protokol kesehatan sudah diperketat, ternyata terpapar juga, sehingga pegawai semua melakukan aktivitas dari rumah,” tandasnya. (S-39)