DOBO, Siwalimanews – panggung Seni Jar Juir yang diselenggarakan oleh Aliansi solidaritas  Pemuda dan mahasiswa Peduli Tanah Adat Jar Juir menampilkan tarian khas dan lagu daerah Aru.

Aksi panggung seni Jar Juir sebagai bentuk protes penyerobotan wilayah adat Desa Marfenfen oleh TNI AL itu di pusatkan di tribun lapangan Yos Sudarso Dobo, Rabu malam (28/9).

Dalam panggung seni Jar Juir di sebuah narator perjuangan para orang tua dulu di sampaikan oleh Robby Tildjuir “Desa Marfefen Kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusianya, setelah era tahun 90-an sampai hari ini, kami orang marfefen walaupun sekolah, tidak ada perubahan, dengan masa-masa sulit sekarang.

“Perjuangan orang marfefen bukan saja baru hari ini tetapi, orang marfefen sudah berjuang untuk bagaimana menyampaikan aspirasi mereka sejak tahun 1992 oleh orang tua kami bahkan mereka berjuang hingga ke Jakarta, kata Tildjuir.

Namun, menurutnya pihaknya tidak diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bapak Panglima, tetapi yang lain ketemu dan sempat menitip surat pada waktu, yang sama sampai mereka harus berapa bulan di sana beralang buana di Jakarta tidak membuahkan hasil.

Baca Juga: PLN Siap Amankan Listrik STQ Nasional XXVI di Maluku Utara

Setelah tahun 1994 mereka lagi berangkat ke Jakarta, masih tetap dengan misi yang sama dan menyampaikan masalah tersebut kepada Komnas HAM tidak ada hasilnya.

“Hari ini kita secara resmi apa yang menjadi perjuangan orang tatua, kita perjuangkan kembali Semoga hasilnya dapat memberikan damai dan sukacita menikmati keindahan alam yang sangat mempesona,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan, agar mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat kabupaten Kepulauan Aru. (S-25)