AMBON, Siwalimanews – Hampir dua bulan berjalan, Kota Ambon, masih belum beranjak dari zona orange penyebaran Covid-19.

Hal ini, membuat petugas satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon dengan melakukan operasi yustisi disejumlah titik banyak pelanggaran terjadi.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan, tingginy angka kematian secara otomatis skoring Kota Ambon menurun, namun peringkat zonasi belum dikeluarkan oleh satgas pusat maka secara otomatis pula peta zonasi tak beranjak.

“Kita masih orange, skoringnya masih kaya kemarin saja, yang baru belum ada sehingga kita akan melanjutkan PSBB transisi,” kata Louhenapessy kepada wartawan di Sporthall, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, usai pemantauan vaksinasi massal, Selasa (16/3).

Untuk itu Louhenapessy meminta warga masyarakat Kota Ambon agar tidak takut untuk memeriksakan diri ke dokter apabila sudah sakit. Sebab baginya, penanganan lebih awal kemungkinan buruk pun tidak akan terjadi.

Baca Juga: Delapan UPI Jadi Sasaran Pengawasan PSDKP

“Jangan ini karena orang takut jang sampe kalau pigi bagini, apalagi masuk bilang ada yang meninggal, hasilnya itu ternyata negatif dia punya kuburan di bongkar lagi ini kan semua jadi overlaping kan, dari segi pemerintahan,” ujar Louhenapessy.

Lantaran hal tersebut, maka operasi yustisi tetap ditingkatkan. Langkah tersebut guna mengedukasi masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan (Prokes) apabila sedang berada di luar rumah atau melakukan aktivitas di luar rumah.

Sementara itu, Koordinator Fasilitas Kerja, Satgas Covid-19 Kota Ambon, Benny Selanno mengungkapkan, meski operasi yustisi ditingkatkan, namun dari hasil dilapangan menunjukkan kesadaran masyarakat terkait dengan penerapan prokes sangat baik.

“Saya sangat mengucap syukur ya kepada Tuhan yang maha kuasa, karena setiap hari semakin baik orang menyadari bahwa pentingnya itu protokol kesehatan,” tuturnya.

Dirinya mengakui, dari hari ke hari kesadaran masyarakat sangat baik. Meski penggunaan alat kelengkapan diri tak sesuai namun tetap saja mereka menjalankan prokes dengan baik.

“Sebetulnya mereka sudah pakai masker tapi menggunakannya itu yang belum tepat. Oleh karena itu kita selalu ingatkan. Dan tadi itu kasusnya itu cuman beberapa orang mungkin tidak sampe 15 orang,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, pihaknya akan terus bekerja keras untuk memberikan sosialisasi bagi mas­yarakat. “Kita akan terus bekerja sampai mereka menyadari bahwa pentingnya protokol kesehatan, karena itu tanggung jawab bersama,” tandasnya. (S-52)