KISRUH aksi mogok kerja para dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PP Maggrety Saumlaki hingga pelayan di UGD terhenti pada pekan kemarin yang disinyalir karena hak-hak dokter maupun para tenaga kesehatan (nakes) berupa Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) belum direalisasikan oleh pihak pemda Kepulauan Tanimbar selama satu tahun anggaran mendapat tanggapan serius Diruktur RSUD Maggrety, Fully Nuniari.

Kepada Siwalima, FulFuly Ch E Nuniari ketika dihubungi melalui telepon selulernya, memastikan jika proses pelayanan di RSUD PP Marggrety stabil dan tidak ada persoalan justru pelayanan berjalan dengan baik.

“Berdasarkan informasi yang beredar, jika tenaga medis mogok kerja. Itu tidak benar adanya, namun dokter berada dan bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) onclos dan pintu IGD pada saat itu tertutup namun para nakes berada didalam,” ungkap Nuniari.

Terkait hak-hak para dokter dan nakes sementara dalam proses, sehingga secepatnya dapat direalisasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan permintaan pencairan.

“Kami sementara melakukan pembetulan  administrasi yang sudah dimulai dari hari Kamis pekan kemarin dengan target Rabu pekan ini rampung, setelah rampung maka Kamis pekan ini akan kami lakukan penawaran pencairan, dengan besar harapan Senin pekan besok sudah bisa dilakukan pencairan agar hak-hak dokter dan nakes secepatnya dapat direalisasikan,” ungkap Nuniari.

Baca Juga: Galala dan Mangga Dua jadi Lokasi Pasar Murah

Lanjut Nuniari, proses pelayanan terhadap pasien baik yang baru masuk maupun sudah inap telah dilakukan seperti biasa, dan dihari ini (Senin-red) pihak RSUD PP Marggrety laku­-kan operasi bedah yang disaksi­kan langsung oleh Bupati Daniel E Indey yang didampingi oleh beberapa pimpinan OPD. (S-26)