AMBON, Siwalimanews – Ketua DPD PDIP Maluku, Murad Ismail mengakui ke­tangguhan petahana Mukti Keliobas di Kabupaten SBT.

Murad mengakui, pasa­ngan calon Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Arobi Kilian yang dijagokan PDIP kalah dalam pilkada serentak pada 9 Desember lalu.

“Jadi kalau di SBT tidak menang, karena memang pe­tahana lebih bagus, lebih kuat dia, giginya lebih ta­jam,” tandas Murad kepada wartawan di Kantor Guber­nur Maluku, Senin (14/12).

Murad mengatakan, dalam kompetisi pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Di SBT ia mengakui, PDIP kalah.

“Kalau orang bertanding itu ada menang dan ada yang kalah, kemenangan PDIP di tiga kabupaten itu memang hasil kerja mereka dan di SBT kita kalah,” ujarnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum KAKA Adukan Dugaan Pelanggaran

Menurutnya, untuk memenang­kan sebuah pertarungan, amunisi yang disiapkan oleh seorang calon harus banyak.

“Kalau mau perang perang itu pelurunya harus banyak, kalau peluru tanggung-tanggung gak usa perang­lah. Tapi yang utama bukan soal perluru banyak, kita juga harus melihat ke masyarakatnya,” tandas Murad.

Saat pilkada Maluku tahun 2018 lalu, kata Murad, dirinya juga kalah di Kabupaten SBT. “Benar, saya di sana juga kalah karena hanya 6 persen, tidak ada masalah karena itu bukan segala-galanya, kecuali yang menentukan menjadi gubernur itu dari SBT, baru kita sedih,” ujarnya.

Walaupun kalah, Murad mengaku te­tap mencintai masyarakat SBT.  “Saya kalah di sana, tapi sudah dua kali saya turun ke sana dan saya bantu orang SBT, kemarin ketika mereka bi­lang ADIL menang, tetapi MI tetap mereka dukung,” ujarnya sambil tertawa.

Murad menambahkan, dalam kun­jungan ke kabupaten kota dirinya ingin mewujudkan janji kampanye, dimana ingin membawa Maluku sejajar dengan provinsi lain.

“Jadi saya turun itu ingin me­nyerap aspirasi dan apa yang perlu kita bantu, kita bantu, dan kita kerja sama dengan balai supaya Maluku bisa cepat keluar dari kemiskinan terutama pemba­ngunan infrastruk­tur,” tandasnya.

ADIL Tetap Kokoh

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur Mukti Keliobas dan Idris Rumalutur tetap kokoh di puncak perolehan suara sementara pilkada 9 Desember.

Berdasarkan data C1 KWK yang diterima Siwalima dari tim peme­nangan, sebanyak 66.878 atau 69% warga SBT yang memberikan suara­nya pada pilkada dari jumlah pemilih yang terdaftar di DPT sebanyak 96.320 pemilih. Dari jumlah itu, paslon dengan akronim ADIL memperoleh 30.922 suara atau 46% suara.

Paslon Fachri Alkatiri dan Arobi Kelian (FAHAM) berada di posisi kedua dengan 20.539 atau 31% suara. Sementara pasangan Rohani Vanath-Ramly Mahu (NINA RA­MAH) mem­peroleh 15.417 atau 23% suara.

Jumlah perolehan tiga paslon ini berdasarkan hasil penghitungan dari C1 KWK yang diperoleh saksi di 334 TPS dari total 337 TPS yang tersebar di desa-desa pada 15 kecamatan yang ada di Kabupaten SBT.

“Perhitungan ini sesuai dengan data C1 KWK yang diperoleh saksi-saksi kita  di 334 TPS dari total 337 TPS. Suara yang masuk saat ini sudah 99%. Sisa 3 TPS belum masuk, sebab masih bermasalah,” jelas Ketua Tim Pemenangan Paslon ADIL, Agil Ruma­kat kepada Siwalima, Sabtu (12/12).

Dua TPS yang bermasalah itu, yaitu 1 TPS di Desa Kulogowa di Ke­camatan Gorom dan 1 TPS di Desa Lalasa, Kecamatan Pulau Panjang. Rumakat mengaku, dari 15 kecamatan, paslon ADIL menang mutlak di 9 kecamatan. Sementara 6 kecamatan lainnya paslon lain unggul. Namun selisih suara sangat tipis. (S-39)