AMBON, Siwalimanews –  Provinsi Maluku kedepannya terancam akan mengalami kekuarangan tenaga penyuluh pertanian. Pasalnya, di tahun 2024 nanti ada sekitar 40 persen tenaga penyuluh pertanian akan memasuki masa pensiun

“Untuk itu Dinas Pertanian butuh tenaga penyuluh, sebab di tahun 2024 mendatang banyak tenaga tersebut sudah pensiun, makanya hal ini harus jadi prioritas utama untuk diperjuangkan,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Maluku Ruslan Hurasan kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Jumat (9/6).

Menurutnya, tenaga penyuluh pertanian sangat dibutuhkan di Maluku, guna memberikan penguatan kepada para petani, mengingat sebagian besar penduduk Maluku berprofesi sebagai petani.

Saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian di Maluku sebanyak 435 orang, sementara kebutuhan di Maluku maksimal 805 orang, artinya terdapat selisih begitu banyak.

“Jadi tenaga ini sangat dibutuhkan di Maluku secara keseluruhan, jika 40 persen tenaga penyuluh itu pensiun, maka harus menutupi kekurangannya,” tandas Hurasan.

Baca Juga: KPK Ajak Civitas Kampus Tanamkan Integritas Melalui CIFest

Untuk mengantisipasi kekurangan tenaga penyuluh kata Hurasan, maka Komisi II akan minta Kementerian Pertanian untuk mengusulkan adanya perencanaan rekruitmen yang dibiayai dengan APBN.

Selain itu, komisi juga akan mendorong Kementerian Pertanian untuk melakukan renovasi terhadap 10 kantor balai yang saat ini mengalami kerusakan parah.

“Di Maluku ada 13 balai penyuluh yang perlu dibangun, dan ada juga 10 balai kita itu sudah rusak total dan itu dibangun secara bertahap, makanya nanti kita dorong ke kementerian,” janji Hurasan.(S-20)