MASOHI, Siwalimanews – Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan akan membentuk satuan tugas sosial di Kabupaten Maluku Tengah bersama forum komunikasi pimpinan daerah setempat.

Satgas sosial ini dibentuk, lantaran  kasus rudapaksa termasuk asusila mengalami peningkatan, dimana berdasarkan data yang ada per bulan Mei tahun ini sudah terdapat 14 kasus yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah.

Hal ini disampaikan Mensos Risma saat mendatangi kediaman FP (13) anak yang menjadi korban rudapaksa hingga hamil dan melahirkan oleh tetangganya di Kecamatan Teon Nila Serua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat pagi (5/5).

Duduk disamping FP, Mensos Risma menggenggam erat tangan siswi kelas 6 SD itu sembari menyemangatinya dan keluarganya agar dapat bangkit kembali dari keterpurukan. Sebelumnya, FP dan keluarganya telah menerima pemulihan psikososial melalui hipnoterapi, terapi seni, konseling, dan edukasi perawatan diri, pengasuhan, dan pendampingan.

“Kamu harus terus semangat, terus sekolah ya sayang. Ibunya juga harus kuat supaya bisa mendampingi anaknya,” ucap Mensos.

Baca Juga: Fraksi Perindo Pertanyakan Realisasi Maluku Baileo Exhibition

Kasus rudapaksa yang dialami FP adalah satu dari belasan kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. Menyadari gentingnya hal ini, maka Mensos Risma siap membantu pembentukan satgas penanganan masalah sosial di Kabupaten Maluku Tengah.

“Tadi sudah diskusi dengan pak bupati beserta aparat pemerintah daerah lainnya bahwa pembentukan satgas sosial ini penting. Kita arahkan agar masyarakat berkegiatan positif sehingga tidak ada lagi celah untuk melakukan hal-hal negatif,” ucap Mensos. (S-17)