AMBON, Siwalimanews – Hujan deras disertai angin kencang melanda Jazirah Leihitu, Kabupaten Malteng Selasa (22/7) hingga Rabu (22/7) dini hari, menyebabkan longsor, pohon tumbang hingga jembatan ambruk.

Informasi yang dihimpun, titik bencana paling parah terjadi di Negeri Seith dan Wakal Kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng. Akibat hujan deras disertai angin kencang, satu pohon besar di Jalan Raya Negeri Wakal, Dusun Lula, tumbang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tumbangnya pohon tersebut sempat membuat akses jalur utama lalu lintas penghubung dari Desa Hila dan sekitarnya menuju Kota Ambon terputus akibat batang pohon yang terbentang di tengah jalan utama.

Beruntung Polsek Leihitu yang dibantu warga setempat dengan cekatan melakukan koordinasi dan evakuasi batang pohon sehingga akses transportasi di jalan tersebut dapat kembali dilalui.

Kapolsek Leihitu, Iptu Julkisno Kaisupy, kepada wartawan, menjelaskan pohon yang tumbang awalnya dilaporkan oleh Kasman (30) warga Wakal. Saat itu Kasman yang melintas di TKP mendapati pohon besar yang menutup akses jalan utama.

Baca Juga: Cegah Suap, SKK Migas Pamalu Terapkan SMAP

Mendapat laporan itu, Polsek Leihitu langsung menerjunkan personil ke TKP dan mengamankan lokasi.

Sementara itu, longsor terjadi di Negeri Seith. Terdapat tiga titik lokasi longsor, namun semuanya berada di kawasan hutan. Iptu Julkisno Kaisupy yang dihubungi mellaui telepon selulernya mengaku longsor di Negeri Seith terjadi di tiga titik, namun lokasi longsornya berada di tepi hutan Seith.

Walaupun bencana longsor ini tidak menelan korban jiwa, namun akses jalan menuju dari Seith menuju ke Negeri Lima maupun sebaliknya terputus, akibat jalan utama yang menghubungkan kedua negeri di

“Kita dari Polsek dan Koramil sudah turun tinjau lokasi longsor, dan matrial longsor masih tutupi jalan sehingga aktivitas masyarakat dari Seith ke Negeri Lima maupun sebaliknya terputus,” ungkap kapolsek.

Pihaknya sendiri kata kapolsek, telah berkoordinasi dengan dinas PU Maluku dan Balai Jalan, dan mereka menjanjikan akan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak PU dan Balai Jalan untuk bersihkan material longsor agar arus lalulintas dapat lancar. Kita sampai saat ini masih menunggu alat berat tersebut,” ujarnya.

Sementara untuk jemabatan di Air Hulung Desa Seith yang ambruk kini sudah dibuat jembatan darurat dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat, serta pejalan kaki, namun untuk kendaraan truk tak dijinkan melewati jembatan tersebut.

Walaupun jembatan darirat telah dibuat, namun arus lalulintas ke Ambon dan ke desa-desa lain belum bisa, lantaran ruas jalan utama di Seith masih tertimbun material longsor sehingga belum bisa dilalui oleh kendaraan.(S-21)