PIRU, Siwalimanews – Masyarakat Desa Lohia Sapalewa meng­gelar panas pela darah dengan tiga Desa yang ada di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), rabu (9/11)

Keempat desa yang melaksanakan panas Pela yakni, Lohia Sapalewa, Laturake, Uet, dan Sikasale yang dihadiri oleh Asisten III Setda SBB Donal Depretes, Danramil Letda Sadar Lessy, Camat Taniwel, Kapolsek, OPD, serta masyarakat setempat.

Pantauan Siwalima, dalam acara panas Pela darah tersebut dimana setiap Kepala Adat dari keempat desa yakni Desa Sapa Lohia Sapa­lewa, Laturake, Uet dan Sikasale merumuk ber­sama-sama dengan cara menusuk jari tangan dengan duri lemon atau jarum ke jari tangan masing-masing untuk mengeluarkan darah. Kemudian darah tersebut dicampurkan dengan minuman sopy dan dijadikan jadi satu lalu kemudian diminum bersama-sama oleh setiap perwakilan.

Dalam sekapur siri Sekretaris Desa Lohia Sapalewa Wempi Manakane menjelaskan, Pela darah ini muncul ini siatif atas gerakan hati dari para moyang negeri.

Dimana pada jaman itu, terjadi peperangan yang tak pernah berhenti kemudian mereka pun lalu menurunkan dua gadis yang berjalan dide­pan pasukan perang tanpa busana, setelah mereka kedua gadis tersebut berhadapan muka dengan para kapitan dari tiga negeri ketika melihat ada perempuan yang tanpa busana mereka lalu berhenti sejenak dan mengatakan perang ini akan berakhir. (S-17)

Baca Juga: Mensos: Jadikan Hari Pahlawan Perkuat Persatuan