SAUMLAKI, Siwalimanews – Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon mengerahkan personelnya ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, guna membantu warga yang terkena dampak dari gempa yang terjadi pada, Selasa (10/1) kemarin.

Selain menurunkan personel ke KKT, Lantamal IX Ambon juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak bencana. Bantuan-bantuan ini akan disalurkan melalui Pangkalan TNI AL di Saumlaki.

“Penanganan bencana ini soal kebersamaan, untuk itu kami telah kerahkan personel bersama pihak kepolisian membantu warga terkena dampak. Selain personel kami juga langsung tangani warga terdampak yang paling dekat dengan Lanal Saumlaki, dengan menyalurkan bantuan sebanyak 50 paket sembako,” ungkap Danlantamal IX Ambon Brigjen Said Latuconsina kepada Siwalimanews disela-sela kunjungannya bersama Kepala BNPB di Kota Saumlaki, Kamis (12/1).

Saat ini, kata Danlantamal, pihaknya juga sementara menyiapkan puluhan paket sembako untuk disalurkan ke Desa Bomaki dan desa-desa lainnya yang terkana dampak dari bencana ini.

“Untuk tahap selanjutnya akan kami salurkan puluhan paket sembako di desa lainya yang terkena dampak bencana juga,” ujar Danlantamal.

Baca Juga: Fakultas Hukum Unpatti Raih Sertifikat ISO

Selain itu kata Danlantamal, tim Pusidrosal yang diterjunkan Mabes TNI AL ke Tanimbar, kini sementara menuju ke Desa Tenamen untuk melakukan penelitian terhadap pulau baru yang muncul di depan desa tersebut, pasca gempa kemarin.

Tim ini akan melakukan survei, untuk melihat material yang terkandung dalam lapisan yang ada pada pulau baru yang mucul tersebut.

“Tim ini akan bangun posko di Desa Awear Rumngevur , disana mereka akan laksanakan survei sehingga bisa mengetahui material yang terkadung dalam bongkahan pulau yang muncul akibat gempa kemarin itu,” tutur Danlantamal.

Sesuai tahapan kata Danlantamal, tim ini akan melakukan survey awal, yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian dan pemetaan laut di sekitar pulau yang baru tersebut, setelah itu tim ini akan menyimpulkan, penyebab munculnya pulau itu dan apa saja yang terkandung dalam lapisan tanah pada pulau tersebut.

“Tim akan bekerja secepat mungkin, kalaupun nanti membutuhkan tambahan waktu, maka tentu akan dilanjutkan lagi beberapa hari sesuai dengan petunjuk pimpinan TNI AL,’ tandas Danlantamal.(S-26)