DOBO, Siwalimanews – Markas Komando Pangkalan TNI AL di Kabupaten Aru dipastikan akan miliki sebuah masjid yang baru untuk dijadikan sebagai sarana tempat peribadatan umat untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Jabal Nur di Komplek Mako Lanal yang dilakukan oleh Bupati Aru Johan Gonga, Kamis (20/5).

Bupati dalam sambutannya mengatakan, untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan agama, perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, khususnya ibadah dalam hubungan vertikal, dimana memerlukan tempat ibadah, seperti masjid bagi umat Islam maupun tempat ibadah yang lain sesuai agama dan keyakinannya.

“Masjid ini, walaupun berada di dalam kompleks Mako Lanal Aru, namun dapat digunakan untuk beribadah bersama dengan elemen masyarakat lainnya di sekitar sini,” ucap bupati.

Masjid yang akan dibangun ini kata Gonga, diharapkan menjadi sarana ibadah, sebagai upaya untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta menjadikan diri setiap umat menjadi manusia yang berkualitas, memiliki akhlak dan moral yang baik, serta memberi manfaat yang positif bagi lingkungannya.

Baca Juga: Tahun Ini, Siswa SMA Siwalima Wajib Bayar Uang Makan

Puncak dari kualitas keimanan seseorang, adalah memiliki rasa toleransi yang tinggi, dalam menjalin hubungan dengan sesama, baik sesama masyarakat maupun hubungan antar umat beragama.

“Seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Aru, untuk tetap menjaga kerukunan hidup antar umat beragama, memperkokoh persatuan dan kesatuan, merekatkan keberagaman baik suku, ras maupun agama, menjalin persaudaraan, tali silaturahmi dan kekeluargaan, menjaga hubungan komunikasi sosial yang baik, serta memelihara keamanan dan ketertiban, sehingga dapat mewujudkan daerah ini yang lebih maju, makmur, damai dan sejahtera, dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” pinta bupati.

Pada kesmepatan itu, bupati juga mengajak seluruh masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh media sosial, dengan pemberitaan yang negatif dan berkeinginan memecah belah bangsa ini.

Bangsa Indonesia saat ini, masih dirundung pandemi Covid-19, yang telah berjalan kurang lebih 14 bulan, sejak maret 2020.

“Olehnya, mari kita sama-sama berupaya untuk memutus rantai penyebarannya di wilayah Aru yang kita cintai ini, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu, rajin cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak serta hindari kerumunan. Mari kita ciptakan wilayah Aru bebas dari covid-19, sehingga aktivitas ekonomi maupun pendidikan dapat berjalan dengan baik,” himbaunya.

Hadiri dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Muin Sogalrey, Danlanal Choirur Roziqin, Kapolres AKBP Sugeng Kundarwanto, Kajari Andi Panca, Sekda, Moh Djumpa, Ketua MUI, H Abdul Haris Elwahan, Ketua Klasis PP Aru Pendeta H M Mussa dan sejumlah pimpinan forkopimda lainnya. (S-25)