AMBON, Siwalimanews – Setelah Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Andrianita Sulistiorini ditendang ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Maluku, kini tiga orang man­tan anak buahnya ikut ditendang.

Tiga staf pada Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Maluku yakni Duwait Tuhilatu, Nus Wattimena dan Febryanti Ammirudin men­jadi korban keganasan pengelo­laan dana pinjaman dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Informasi yang dihimpun Si­walima di kantor Gubernur Ma­luku, Kamis (29/4) mengaku kalau ketiga orang staf pada Bidang Cipta Karya Dinas PUPR korban dari pengelolaan dana SMI.

“Mereka selama ini dibawa pimpinan eks Kepala Bidang Cipta Karya Andrianita Sulistio­rini, namun sekarang sudah di­pindahkan ke Dinas Perpusta­kaan, diduga karena dana SMI,” jelas sumber di Kantor Gubernur Maluku kepada Siwalima yang namanya enggan di korankan.

Dirinya enggan menjelaskan rinci, kasus pengelolaan dana SMI di mana yang membuat ketiga staf pada Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR di lengserkan.

Baca Juga: Pemprov tak Transparan Soal Penyerapan Anggaran

“Kalau soal itu saya tidak bisa men­jelaskan, langsung ke dinas yang bersangkutan,” ujarnya singkat.

Sementara itu kepala BKD Ma­luku, Jasmono dan Sekda Maluku Kasrul Selang yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (29/4) tidak memberi respon. Pesan singkat yang di kirim via whatsaap juga tidak dibalas.

Makan Korban

Mendadak Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Maluku Andria­nita Sulistiorini dicopot dari jaba­tannya yang baru diemban sejak Desember 2020 lalu.

Andrianita dicopot bersama de­ngan dua Kepala Bidang lain yakni Kepala Bidang Pengembangan, Pe­ngolahan dan Pelestarian Bahan Pustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maluku Ahmat Palem­bang dan Kepala Bidang Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Maluku Eky Sinaay.

Pelantikan juga berlangsung ter­tutup oleh Sekda Maluku Kasrul Selang di ruang kerja, Rabu (21/4).

Sumber Siwalima di Kantor Gu­bernur Maluku menyebutkan penco­potan Andrianita berhubungan erat terkait pembangunan jalan lingkar Kelurahan Tihu, Kecamatan Teluk Ambon, dengan jenis pengadaan pe­kerjaan konstruksi oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku dengan anggaran sebesar Rp. 5 mi­liar yang dikerjakan oleh kontraktor bernama Kipe, yang adalah orang de­kat Gubernur Maluku Murad Ismail.

Proyek yang baru dikerjakan de­ngan menggunakan anggaran pinja­man PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tersebut telah mencapai 80 persen pekerjaan di lapangan, na­mun kontraktor ini mendesak agar Andrianita selaku PPK proyek SMI untuk mencairkan 100 persen ang­garan pekerjaan tersebut.

Namun desakan orang dekat Murad Ismail tersebut, ditolak oleh Andrianita dengan alasan, hasil verifikasi lapangan, pekerjaan yang dilakukan baru mencai 80 persen bukan 100 persen dan pemerintah berhak mencairkan hanya 75 persen dari anggaran proyek dimaksud bu­kan 100 persen atas desakan Kipe, karena menyalahi aturan.

Kipe kemudian berulah, dengan tidak mau melanjutkan pekerjaan mengunakan dana pinjaman dari pemeritah pusat tersebut.

Buntutnya Andrianita akhirnya dicopot dari jabatannya dan dipin­dahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Maluku.

“Kami menduga karena masalah proyek jalan lingkar Keluharan Tihu, Kabid Cipta Karya Dinas PU dico­pot,” ujar sumber yang namanya enggan dikorankan kepada Siwa­lima di kantor Gubernur Maluku, Rabu (21/4).

Menurutnya pedekatan pencairan anggaran inilah kemungkinan besar membuat Adrianita kemudian dimutasikan.

“Kemungkinan besarnya penco­potan mendadak ini bukan karena proyek rehabilitasi Islamic Center yang disulap menjadi warung katong atau kafe katong, tapi kita menduga karena proyek jalan lingkar Kelurahan Tihu,” jelasnya.

Sumber mengaku kontraktor yang merupakan orang dekat Murad Is­mail tersebut selama ini juga hanya memiliki perusahaan, tetapi tidak memiliki alat pekerjaan konstruksi termasuk pekerjaan konstruksi jalan.

“Alat yang digunakan untuk proyek jalan itu pinjaman dari PT Gideon, bukan punya dia. Dia tidak punya alat, tetapi bisa dimenangkan untuk mengerjakan proyek tersebut, itu kan aneh,” ucapnya.

Smeentara itu Kepala Dinas Per­pus­takaan dan Kearsipan Daerah Maluku Daniel Indey yang dikonfir­masi Siwalima, melalui telpon selu­lernya membenarkan ada 3 orang staf dari dinas PUPR dipindahkan ke dinas yang dipimpinya.

“Benar ada tiga orang pindahan dari Dinas PUPR Maluku,” jelas Daniel.

Ditanya lagi, kenapa tidak per­gantian yang dilakukan tanpa harus dilakukan serah terima jabatan dirinya mengaku kalau itu hanya staf. “Itu hanya staf tidak dilakukan serah terima jabatan,” tandas singkat.

Sekda Maluku Kasrul Selang dan Kepala BKD Maluku Jasmono yang dikonfirmasi diterkait dengan mutasi mendadak yang dilakukan oleh Pemprov Maluku tidak merespon panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirim tidak dibalas.

Lantik Pejabat

Sebelumnya Sekda Maluku Kas­rul Selang melantik tiga pejabat administrator secara tertutup.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Maluku sebelumnya dijabat oleh Andrianita Sulistiorini diganti­kan oleh Nurlela Sopalauw, salah satu kepala seksi pada Dinas PUPR Maluku.

Jabatan selanjutnya yang dicopot yakni Kepala Bidang Pengemba­ngan, Pengolahan dan Pelestarian Bahan Pustakaan Dinas Perpusta­kaan dan Kearsipan Maluku, Ahmat Palembang.

Ahmat Palembang selanjutnya akan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Bidang Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Maluku mengantikan Eky Sinaay.

Tempat yang ditinggalkan Ahmat Palembang di Dinas Perpustakaan akan ditempati oleh Andrianita Su­listiorini. Sedangkan Eky Sinaay yang dicopot dari jabatannya, belum diberi tanggung jawab untuk menduduki jabatan administrator di lingkup Pemprov Maluku.

Hadir dalam pelantikan itu juga Kepala BKD Maluku Jasmono, Ke­pala Dinas Perpustakaan dan Kearsi­pan Maluku Daniel Indey, Sekwan DPRD Maluku Bodewin Wattimena dan Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Jamaludin Bugis. (S-39)