AMBON, Siwalimanews – Satu lagi pejabat Pemprov Maluku positif terpapar virus corona. Kali ini, Kepala Bagian Bina Administrasi Kewilayahan Biro Pemerintahan, Imanuel Metwaan.

Lelaki 51 tahun ini, diduga terpapar dari Kepala Biro Humas dan Protokol, Melky Lohy. Imanuel Metwaan saat ini dirawat di RSUD dr. M Haulussy.

“Sekarang beliau dirawat di RSUD dr. M. Haulussy,” kata Kepala BKD Maluku, Jasmono kepada Siwalima di kantor Gubernur Ma­luku, Kamis (16/7).

Dengan penambahan satu orang, kata Jasmono, jumlah ASN yang terpapar cukup banyak di lingkup Pemprov Maluku. “Kan tam­bah satu, jumlah ASN yang ter­papar saat ini berjumlah 108,’’ ujarnya.

Jasmono mengatakan, semua ASN dan pegawai kontrak dan honor selalu diingatkan untuk men­jaga protokol kesehatan.

“Kita selaku pembina terus mengingatkan kepada semua ASN dan tenaga kontrak atau honor untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar terhindar dari virus mematikan ini,” kata jasmono.

Terpaparnya Imanuel Metwaan menambah daftar pejabat di ling­kup Pemprov Maluku yang terkena virus corona.

Kepala Biro Pemerintahan, Do­minggus Kaya juga membenarkan stafnya, Imanuel Metwaan terpapar virus corona.

“Pak Metwaan terpapar dari pak Melky Lohy, saat ini beliau sudah dirawat sejak kemarin (Rabu),” ujarnya singkat.

Sebelumnya sejumlah pejabat Pemprov Maluku yang dinyatakan positif terpapar virus corona ada­lah Kepala Dinas Pemuda dan Olah­raga Provinsi Sandi Watti­mena, Karo Humas dan Protokol Mel­ky Lohy, Kepala Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang Maluku, Muhammat Marasabessy. Selain itu, Kadis Sosial Kota Ambon Nurhayati Jasin

Sandi Wattimena dinyatakan positif berdasarkan hasil uji sampel swab dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).

“Benar pak Sandi dinyatakan positif terpapar. Kita prihatin karena banyak pejabat terserang virus corona,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (13/7).

Kasrul menjelaskan, Wattimena masuk ke rumah sakit dengan keluhan demam sejak beberapa hari. Setelah dilakukan tes sampel swab dengan TCM, ia positif, dan langsung menjalani karantina di RSUD dr. M, Haulussy.

“Setelah kita periksa dengan menggunakan TCM ternyata hasil­nya positif dan langsung dika­rantina di RSUD,” terangnya.

Sementara Sandi Wattimewa yang dikonfirmasi juga membenar­kan kalau dirinya positif terpapar virus corona. “Sekarang saya sudah di RSUD M Haulussy, sejak tadi sore,” ujar Sandi.

Sandi mengaku, sejak Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy dinyatakan positif, dirinya kemudian melakukan rapid test pada hari Selasa (7/7), namun hasilnya negatif.

Namun pada Rabu (8/7) dirinya merasa demam. Setelah meng­kon­sumsi obat, demannya turun. Tetapi keesokan harinya, ia kem­bali demam.

“Beta rapid kan non reaktif, tapi deman. Beta minum obat hari ini demam turun, besok demam lagi. Beta konsultasi dengan ibu Kadis Kesehatan, antua sarankan swab.  Beta kemudian ke RSUD, setelah diswab hasilnya positif TCM,” terang Sandi.

Sandi mengatakan, istri dan anaknya juga harus diswab untuk memastikan apakah mereka ikut terpapar atau tidak. “Mungkin besok istri dan anak akan diswab, semoga tidak terpapar,” ujarnya.

Sandi menambahkan, kondisi­nya saat ini baik-baik saja. “Beta punya kondisi baik,” ujarnya lagi.

Sementara Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy sebelum dinyatakan positif terpa­par virus corona sempat meng­alami demam.

“Kemudian dilakukan tes de­ngan metode TCM di RSUD Hau­lussy, hasilnya sore tadi keluar posi­tif,” jelas Kasrul Selang ke­pada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Minggu (5/7).

Wattimena dan Lohy sudah di­pindahkan dari RSUD dr. M Hau­lussy  untuk menjalani karantina di tempat lain, karena kondisi ke­duanya baik.

Wattimena dikarantina di RSUP dr. Johanes Leimena, sedangkan Lohy di Diklat Pertanian Maluku.

Kemudian Kepala Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang Maluku, Muhammat Marasabessy. Mat, sapaannya terkonfirmasi po­sitif berdasarkan hasil uji sampel swab yang dikeluarkan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Ambon, Rabu (27/8).

Ia lalu menjalani karantina di Diklat BPSDM selama 14 hari dan dinyatakan sembuh.

Selain itu, ada tiga pegawai Biro Umum yang sehari-hari bertugas di kediaman Gubernur Maluku, Murad Ismail di Desa Poka juga ikut terpapar. Ketiganya saat ini menja­lani karantina di BPSDM Maluku.

Kemudian Kepala Bidang Kepe­gawaian RSUD dr. M. Haulussy, yang meninggal dunia pada  Kamis (2/7) dinihari di rumahnya.

Setelah dilakukan tes cepat dengan metode TCM dinyatakan positif dan dimakamkan dengan protokoler kesehatan.

Sedangkan Kadis Sosial Kota Ambon Nurhayati Jasin tertular dari salah satu stafnya.

Istri Sekda Maluku, Kasrul Se­lang ini melakukan karantina man­diri di rumah, dan sudah dinyatakan sembuh pada Kamis (21/5) lalu.

Ratusan Terpapar

Seperti diberitakan, lebih dari seratus ASN di lingkup Pemprov Maluku positif terpapar virus corona. Tak hanya itu, puluhan pega­wai kontrak dan honor juga ikut terjangkit virus berbahaya ini.

Gugus Tugas Percepatan Pena­nganan Covid-19 Maluku memasti­kan, sebanyak 107 ASN  positif terkena virus corona. Sedangkan pegawai kontrak dan honor berjumlah 21 orang.

Mereka ada yang masih dalam perawatan, sudah sembuh, dan ada juga yang meninggal dunia.

”Total ASN itu 107 orang, 62 orang sembuh, 44 orang dalam pera­watan 44 serta 1 orang meninggal dunia,” kata Kepala BKD Maluku, Jasmono kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (14/7).

Sementara 21 pegawai kontrak dan honorer yang juga terpapar, kata Jasmono, hanya 12 orang yang masih dalam perawatan. “Te­naga kontrak dan honorer 12 orang masih dalam perawatan, se­mentara 9 lainnya telah dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Jasmono merincinkan, ASN maupun pegawai honor Pemprov Maluku yang positif virus corona, masing-masing bertugas di RSUD dr M. Haulussy sebanyak 58 orang, RSUD dr. Ishak Umarella Tulehu 59 orang, Biro Humas dan Protokol 1 orang, Biro Umum 3 orang.

Selanjutnya, Biro Administrasi Pembangunan dan Pengelolaan Barang Jasa 1 orang, Dinas Ke­sehatan 2 orang, Dinas Pertanian 1 orang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  1 orang, Dinas Pemuda dan Olahraga 1 orang dan BKD 1 orang.

“Yang terpapar Dinas PUPR, Dinas Pemuda dan Olahraga, Biro Humas dan Protokol itu meru­pa­kan kepala dinas dan kepala biro,” kata Jasmono.

Mereka yang belum sembuh ma­sih menjalani perawatan di RSUD dr. M Haulussy, RSUD dr. Ishak Umarella Tulehu, Diklat Pertanian Waiheru, BPSDM Maluku dan RSUP dr. Johanes Leimena. (S-39)