AMBON, Siwalimanews – Komisi II DPRD Kota Ambon minta Pemkot Ambon khususnya Dinas Pendidikan atau pihak Bappeda Litbang untuk melakukan survey terhadap tingkat kepuasan orang tua murid terkait proses pembelajaran jarak jauh  (online education).

Selain itu, para guru juga harus diberikan pelatihan agar mereka dapat mempergunakan perangkat yang digunakan dalam metode pembelajaran jarak jauh.

“Kami dorong pemkot mestinya buat survei soal tingkat kepuasaan dan  juga dibuat pelatihan untuk para guru terkait PJJ ini,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Senin (3/8).

Selain itu, komisi juga berharap agar musyawarah  kerja pada tiap sekolah terkait PJJ juga harus dilakukan agar implementasi konsep ini dapat berjalan. Pasalnya, bila konsep ini berjalan dengan baik, maka setiap siswa, wali kelas bahkan sekolah minimal harus miliki email .

“Yang namanya kepsek juga harus punya WA grup dengan siswa-siswanya sehingga pendekatannya konprehensif,” ujarnya.

Baca Juga: Masjid Raya Al Fatah Sembelih Hewan Kurban Sesuai Protokol Kesehatan

Menurutnya, Pemkot Ambon melalui Bappeda Litbang telah menginisiasi dilaksanakannya FGD sebagai upaya menemukan sistim PJJ di Kota Ambon.

Walaupun demikian, pemkot juga harus miliki data berapa banyak siswa dari tingkat SD-SMP yang memiliki perangkat untuk PJJ atau Hp android.

“Mestinya pemkot miliki data berapa jumlah HP android yang dimiliki oleh siswa yang ada di Ambon, sebab yang jadi problem, jika dalam satu rumah ada siswa SD, SMP bahkan SMA, jika proses belajar mengajar mereka ada pada jam yang sama, ini dipastikan jadi kendala dalam proses pembelajaran mereka,” ucapnya.

Dijelaskan, ini merupakan gagasan hasil FGD akan dirumuskan dalam sebuah  program untuk melihat persoalan ini.

“Memang yang menjadi masalah adalah jaringan internet, namun itu bisa difasilitasi wifi gratis pada tiap-tiap sekolah, tetapi juga harus ada dalam sebuah perencanaan yang baik,” pungkasnya. (Mg-5).