AMBON, Siwalimanews – Kios Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran milik Laode Risno di Jalan Wersengal,  Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepula-uan Tanimbar ludes ter-bakar, Minggu (27/11) malam

Kejadian kebakaran itu terjadi sekitar pukul 22.05 WIT mengakibatkan istri Laode Risno, Wa Ode Sarsina menig­gal terbakar.

Diduga kuat, sumber api berasal dari bensin yang dituang oleh korban ke botol aqua yang hendak dijual, namun tumpah ke lantai didalam kios dan langsung disambar oleh api lilin yang dibakar untuk jadikan penerangan.

La ode Risno kepada Siwalima men­jelaskan, pada saat itu dirinya sedang menjaga kios didepan sementara almarhum istrinya sedang me­nuangkan bensin berjenis Pertamax kedalam botol aqua yang berukuran besar.

“Ketika almarhum menuangkan bensin di botol aqua di depan kamar mandi dengan menggunakan satu buah lilin yang tidak jauh dari almarhum, dan pada saat dituang bensin ke botol aqua lansung pertamax tumpah ke lantai, dan mengalir ke api lilin yang tidak jauh dari korban sehinga minimbulkan percikan api ke tempat penampung­an bensin lainya yang berada didalam rumah toko/kios,”ung­kapnya.

Baca Juga: Mahasiswa Diajarkan Tangani Kecelakaan Laut

Sementara itu, Frengki Melamas saksi di TKP  menjelaskan, kejadian tersebut saat listrik sedang padam, korban yang berjualan bensin eceran menyalakan lilin sebagai penerangan untuk menuangkan bensin yang berakibatkan kebakaran terjadi dan korban harus kehilangan nyawanya.

“Saat itu lampu mati, sayapun hanya berdiam di rumah, tiba-tiba saya mendengar suara teriakan minta tolong dari luar yang sangat keras dan berulang-ulang kali, seketika itu saya pun berlari keluar dari rumah dan melihat ada kobaran api dari toko/kios milik La Ode Risno yang bersebelahan dengan rumah saya,” katanya.

Saksi langsung berteriak minta tolong sambil membatu untuk menyalamatkan anak-anak korban yang sedang berada didalam rumah melalui jendela,

“Saya kedepan jalan raya untuk membunyikan tiang listrik sambil berteriak meminta bantuan kepada masyarakat setempat agar keluar memadamkan api,” tuturnya.

Korban sendiri sempat keluar namun karena anak bungsunya masih di dalam rumah akhirnya ia kembali masuk untuk menyelamat­kan anak bungsu nya yang sedang tidur di dalam kamar, namun api semakin membesar dan korban tidak kunjung keluar dari dalam rumah toko/kios tersebut,”ungkapnya.

Sementara Heri Serwut salah seorang warga setempat mengaku ketika pemilik kios berteriak minta tolong dan membunyikan tiang listrik, dirinya langsung bergegas berlari menuju TKP, namun sudah terlambat karena sijago merah sudah menyebar keseluruh sudut dan atap rumah toko/ruko milik Laode Risno, ia mendengar La ode Risno berteriak minta pertolongan di depan jalan raya bahwa “tolong istri saya, masih berada di dalam ruko,” ujarnya.

Dia pun meminta beberapa masyarakat untuk mencarikan mobil air tengki untuk memadamkan api.

Api berhasil dipadamkan oleh anggota Koramil 1507 Larat dan masyarakat setempat sekitar Pukul 00:05 Wit dan membawa jenasah korban kebakaran ke RSUD Anak­tototy Larat untuk dilakukan otopsi dari luar oleh dr. Yery pattipeilohy.

Himbau Masyarakat

Terpisah Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Umar Wijaya tegaskan agar masyarakat mulai sekarang berhenti membeli dan menjual minta eceran.

Permintaan tersebut disampaikan Kapolres Kepulauan Tanimbar  (KKT) AKBP Umar Wijaya kepada seluruh masyarakat khususnya, mereka yang menjual BBM eceran, melalui para Kapolsek di wilayah hukum Polres Tanimbar menyusul kasus kebakaran rumah warga di desa Ritabel, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa.

Kapolres kepada siwalima, Senin (28/11) melalui sambungan telepon­nya  menjelaskan, kejadian ini bermula dari tersambarnya BBM yang sedang dipindahkan dari dalam Jirgen ke dalam botol plastik untuk di jual

“Saya telah memerintahkan para Kapolsek memberikan himbauan terhadap para warga  yang menjual BBM eceran agar menghentikan aktivitasnya. Himbauan ini telah dianalisa secara matang, baik itu keuntungan yang diperoleh dari kegiatan penjualan BBM eceran tersebut yang mana tidak seban­ding, padahal bisa berakibat fatal karena terjadi kerugian besar yang ter­golong fantastis seperti hilangnya tempat tinggal/rumah, korban harta benda dalam jumlah yang tidak sedikit,  bahkan  merenggut nyawa anggota keluarga.

Secara ekonomi, penjualan BBM sangat membantu bahkan meng­genjot ekonomi keluarga, namun sangat  beresiko, sebagaimana kejadian tragis di desa Ritabel.

Untuk itu kepada para agen penjualan BBM agar menyiapkan APAR yang memadai seoerti pa­brikan maupun yang konvensional berupa pasir dan karung goni untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran. Karena jika kebakaran BBM disiram dengan air, malah mempercepat penyebaran api”. Ungkap Kapolres

Lebih lanjut kapolres kabupaten bertajuk bumi  duan-Lolat itu mengajak warga Tanimbar untuk sama-sama menghindar dari keja­dian yang bisa berakibat fatal.

“Kepada seluruh masyarakat di Kepulauan Tanimbar, mari kita bersama-sama menghindari terja­dinya kebakaran, mulai dari rumah, lingkungan bahkan hutan dan lahan, yang berdampak pada kerugian jangka panjang,” pinta Kapolres. (Mg-1)