JAKARTA, Siwalimanews – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong, mengimbau humas untuk turut mengambil peran dalam pencegahan gelombang ketiga Covid-19.

Hal itu dikatakannya dalam dialog bersama Komika Hifdzi Khoir, pada gelaran Anugerah Media Humas (AMH) 2021 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Merusaka Nusa Dua, Bali, Kamis malam (4/11).

“Dalam jangka pendek, saya berharap humas-humas, terutama yang di daerah bisa melakukan berbagai kampanye, misalnya dengan memasang baliho yang meminta masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan,” ujar Usman dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Selasa (9/11).

Dirinya mengungkapkan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, humas juga bisa melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun tokoh adat.

“Seperti di Bali misalnya, ada pecalang yang bisa dilibatkan untuk mengajak masyarakat jaga protokol kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Minta Pemprov Tempatkan Pejabat Sesuai Kompetensi

Dalam jangka panjang, lanjutnya, sesuai dengan arahan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, humas hendaknya bisa beradaptasi menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Humas harus memiliki kecakapan digital dan tidak lagi harus sepenuhnya berkutat pada media konvensional, tetapi sudah mulai membuat konten-konten kreatif di media digital supaya komunikasi yang disampaikan mengena dan efektif.

“Komunikasi tujuannya mengubah sikap dan perilaku. Maka komunikasi kita dalam konteks covid ini tujuannya adalah mengubah perilaku orang supaya orang lebih patuh menjaga protokol kesehatan,” jelasnya.

Sebelumnya dalam dialog tersebut, Usman membeberkan tren kasus baru yang terjangkit Corona dalam tiga hingga empat hari terakhir sempat terjadi peningkatan meskipun secara umum, perkembangan Corona di Indonesia memang membaik.

Lanjutnya, pemerintah sudah mengambil langkah-langkah mitigasi dengan beberapa kali melakukan rapat koordinasi untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pasca Natal dan Tahun Baru.

Mitigasi tersebut menghasilkan beberapa imbauan misalnya antara lain masyarakat kristiani untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di rumah saja, penghapusan cuti bersama, dan imbauan kepada pusat hiburan, hotel, restoran, dan tempat-tempat wisata untuk tidak mengadakan perayaan.

“Memang sudah ada forecasting ataupun prediksi dari epidemiolog bahwa akan terjadi peningkatan di bulan November ini, karena itu kita harus hati-hati,” ujarnya.

Untuk itu, sinergi dari semua kementerian, Lembaga, bahkan pemerintah daerah termasuk Humas di daerah terutama sangat diharapkan mengingat daerah akan menjadi tujuan liburan dan tujuan pulang kampung selama libur Natal dan Tahun Baru. (S-50)