AMBON, Siwalimanews – Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Maluku, Erwin Situmorang berharap, bangkitnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Maluku, dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Harapan itu disampaikan Situmorang, dalam kegiatan Kemenkeu Talk Show, dengan tema ‘’Ekonomi Bangkit Maluku Jaya,  berlangsung di Biz Cafe, Jumat (9/4).

Dikatakan, pemerintah menaruh perhatian penuh pada keberadaan UMKM di tengah pandemi Covid-19.

“Dukungan Pemerintah untuk UMKM itu tidak hanya bertujuan supaya UMKM bisa bertahan di tengah pandemi, namun juga bangkit dan bisa lebih kuat lagi setelah pandemi ini berakhir,” ujarnya.

Dijelaskan, bukti perhatian pemerintah melalui Kemenkeu kepada UMKM, pada Tahun 2020, APBN melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), telah menyalurkan anggaran sebesar Rp173,17 triliun untuk mendukung UMKM di seluruh Indonesia termasuk Maluku  yang disalurkan melalui berbagai macam sarana seperti bantuan dalam bentuk subsidi bunga kredit bagi pelaku UMKM maupun melalui bantuan langsung tunai dari Presiden yang bisa digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Baca Juga: BAKTI Janji Percepat Pembangunan BTS di Daerah Perbatasan

“Usaha mikro merupakan tulang punggung perekonomian RI wajib menjadi perhatian kita semua,” tegas Situmorang.

Hal senada disampaikan, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon, I Made Agus Hari Santana, bahwa selama ini pemerintah melalui KPP Pratama mendukung kemajuan UMKM dengan memberikan berbagai stimulus dampak Pandemi Covid-19, salah satunya penghapusan pajak untuk UMKM selama 6 bulan, sejak April 2020.

“Selain pembebasan pajak, UMKM juga diberi relaksasi kredit. Relaksasi itu berupa penundaan pembayaran cicilan pokok hingga penundaan pembayaran bunga. UMKM juga akan dimudahkan untuk mendapat pinjaman baru,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Bea Cukai Ambon, Saut Mulia Tampubolon, Kepala Bea Cukai Ambon mengajak pelaku usaha di Ambon untuk tidak takut berinovasi, mendukung geliat ekspor hasil perkembunan, perikanan, pertanian dari Maluku.

“Perbankan diperlukan partisipasi dapat menjalin kerja sama dengan pihak perusahan dan membuahkan hasil positif, sehingga kegiatan ekspor dari Propinsi Maluku semakin meningkat,”harapnya.

Diskusi ini juga dihadiri Pengamat Ekonomi, Tammat Talaohu yang menyampaikan gagasannya agar pemerintah perlu segera mengatur regulasi yang memihak pada rakyat kecil, khususnya UMKM.

Dia menilai, UMKM saat ini wajib menjadi perhatian. Semua kemudahan sangat diperlukan agar ekonomi Maluku kembali bangkit.

Pengusaha kecil lainnya serta mahasisa utusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Pattimura Ambon yang hadir dalam kesempatan itu, menitipkan pendapat agar proses pemberdayaan bagi pelaku usaha harus dilakukan oleh pemerintah dengan merangkul kaum milenial.

Cara ini dinilai mereka sangat tepat, agar supaya lulusan universitas kedepannya, tidak lagi berharap lulus dan menjadi PNS, tapi sudah memiliki ilmu bisnis untuk mengembangkan usaha demi mendongrak laju pertumbuhan ekonomi daerah. (S-16)