DOBO, Siwalima – Akibat kehabisan bahan bakar, proses pencarian terhadap ABK KM Hamparan Segara Niaga XI, Husni (47) yang hilang akibat kapal tersebut tenggelam terpaksa di hentikan.

Kapolsek Aru Utara, Ipda Kaleb Rumtutuly, ketika di konfirmasi Siwalimanews, Selasa (10/3) melalui hubungan telepon selulernya membenarkannya, bahwa proses pencarian terhadap korban (Husni) terpaksa di hentikan, karena tidak ada lagi stok BBM di Kecamatan Aru Utara Marlasi.

“Ini kita baru saja kembali ke polsek setelah lakukan pencarian, walaupun kondisi ombak sangat besar. Sangat disayangkan karena proses pencarian terpaksa kita hentikan akibat tidak ada lagi BBM,” ungkapnya.

Dijelaskan, lokasi pencarian dilakukan pada sejumlah pesisir pulau, yakni pesisir Desa Jerwatu dan Kolaha. Lokasi ini dilakukan pencarian, karena memperhitungkan angin, ombak dan arus.

Sementara untuk empat ABK, korban dari sebelas ABK selamat yang hari pertama tidak dapat dievakuasi dari Pulau Ngoba, kini semuanya sudah dievakuasi dengan menggunakan Kapal Polairud ke Dobo.

Baca Juga: Masyarakat Pulau Panjang Demo KPUD SBT

“Proses pencarian sudah kita koordinasi dengan BPBD Aru, namun karena cuaca ekstrim dengan ombak besar dan angin kencang, sehingga tim pencarian dari BPBD tidak dapat keluar dari Dobo menuju lokasi kapal naas tersebut untuk melakukan pencarian,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, akibat cuaca ekstrim dan gelombang besar yang me­landa perairan Aru, mengaki­bat­kan KM Hamparan Segara Niaga XI tenggelam di perairan Pulau Ngoba Desa Warialau, Ke­camatan Aru Utara, Minggu (8/3).

Kapal dengan bobot 30 GT ter­sebut didalamnya terdapat 12 penumpang, 11 orang dian­taranya telah berhasil ditemukan oleh Personil Polsek Aru Utara bersama warga Desa Warialau, sedangkan satu penumpang lainnya belum ditemukan.

11 korban yang selamat:  Dion Hery (18) Nelayan asal Pati Jateng, Amat Siap (53) asal Batang Jateng, Munadi (42) Nelayan asal Rembang Jateng, Suhardi (27) Nelayan asal Pati Jateng, Slamet Ferianto (23) Nelayan asal Semarang, Frans Adrian (21) Nelayan asal Sidoarjo, Subari (44) Nelayan asal Pati Jateng, Beno (56) Nelayan asal Pekalongan (Nahkoda), Udin (64) Nelayan asal Dobo, Slamet (34) Nelayan asal Batang Jateng, Puku (36) Nelayan asal Pekalongan.

Sedangkan satu korban yang belum ditemukan yakni, Husni (47) Nelayan asal Tegal. (S-25)