AMBON, Siwalimanews – Kapolda Maluku, Irjen Lotharia Latif menegaskan, proses rekrut­men calon anggota Polri tahun 2023 telah dimulai. Proses seleksi tersebut bersih dan transparan serta tidak menggunakan uang sebagai jaminan kelulusan.

Karena itu, orang nomor satu di Polda Maluku ini mengingatkan para peserta seleksi agar da­pat percaya diri sendiri, dan jangan tertipu oleh siapapun orang yang menjanjikan kelulusan.

“Setiap tahun masih ada saja laporan tentang penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan selalu juga ada orang tua peserta yang tertipu dan percaya dengan hal tersebut. Padahal sudah berulang kali kita selalu ingatkan,” tegasnya.

Kapolda mengingatkan, para orang tua atau peserta untuk tidak meminta bantuan orang lain dalam seleksi penerimaan Polri. Apalagi meminta bantuan dengan bayaran.

“Nanti kalau sudah tertipu dan uangnya tidak kembali atau hilang, baru ribut ke sana sini dan bahkan menjelek-jelekan bahwa masuk Polisi itu harus bayar uang dan sebagainya, karena kecewa tidak lulus dan uangnya hilang karena ulahnya sendiri. Percaya diri sendiri, ikhtiar sekuat-kuatnya dan berdoa kepada Tuhan untuk hasilnya yang terbaik,” pintanya.

Baca Juga: Pengungsi Kebakaran Tanggung Jawab Pemkot

Dikatakan, proses seleksi penerimaan anggota Polri telah dilaksanakan oleh panitia daerah Polda Maluku. Proses rekrutmen dimulai dengan pemeriksaan administrasi dan seterusnya.

“Setelah pemeriksaan administrasi nanti akan dilakukan penandatangan pakta integritas baik oleh panitia, peserta dan perwakilan orang tua,” katanya.

Kapolda menekankan, apabila pakta integritas yang telah disepakati bersama dilanggar, dirinya tidak segan-segan untuk melakukan proses hukum. Bahkan, peserta yang ketahuan melakukan kecurangan atau perbuatan di luar ketentuan yang telah ditetapkan Mabes Polri, maka akan langsung dicoret.

Untuk para orang tua dan peserta seleksi, Kapolda menghimbau, agar dapat percaya diri atas kemampuan yang dimiliki. Jangan percaya kepada siapapun yang menjanjikan bisa meluluskan peserta seleksi.

“Harus percaya kepada diri sendiri. Saya saja sebagai Kapolda tidak bisa meluluskan peserta bila tidak penuhi syarat dalam seleksi,” ingatnya.

Dirinya mengaku semua proses seleksi dilakukan secara transparan. Bahkan setiap tahapan yang dilalui, itu diawasi oleh baik internal maupun eksternal Polri. Bahkan setelah seleksi, nilai peserta langsung ditayangkan dan bisa saling mengecek hasilnya.(S-10)