AMBON, Siwalimanews – Pastori Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Kategorial Polri Teratai Kasih diresmikan oleh mantan Kapolda Maluku, Irjen Baharudin Djafar, Senin (30/11).

Djafar yang telah memprakarsai pembangunan gedung pastori tersebut mendapatkan kehormatan untuk meresmikan pastori tersebut.

Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andi, yang juga menghadiri peresmian itu dalam sambutannya berharap kualitas jemaat semakin lebih baik lagi.

“Dengan adanya pastori ini, akan mempermudah pekerjaan pelayan Tuhan di tengah-tengah jemaat, kiranya dapat terus dirawat dan dijaga,” pintanya.

Kapolda juga berterima kasih kepada mantan Kapolda Maluku Irjen Baharudin Djafar, yang telah memprakarsai gedung Pastori tersebut, sehingga dirinya meminta agar Pastori dimaksud dapat terus dirawat.

Baca Juga: Lapas Kelas III Dobo tak Layak Huni

“Mari kita pertahankan dan rawat, bukan hanya bangunan tapi iman, karakter, ketulusan termasuk ibadah. Justru itu saya berterima kasih, kepada kakanda. Toh, sesungguhnya tak hanya raga, fisik dari bangunan tersebut, tetapi jiwa, roh,  akhlak dan etika. Mudah-mudahan kualitas hidup kita semakin baik,” ujar Kapolda.

Sementara itu mantan Kapolda Maluku, Irjen Baharudin Djafar yang juga merupakan pemberi sokongan dana untuk pastori tersebut dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja pastori yang juga merupakan anggota Brimob.

“Dalam proses pengerjaan yang terhitung tidak begitu lama, yakni memakan waktu 86 hari tersebut justru mereka  mengerjakan dengan ketulusan hati dan saya sudah menawarkan kenaikan jabatan, namun mereka tidak mau justru lebih memilih untuk menjadi majelis jemaat, dan mau melayani jemaat,” ujar Djafar.

Dirinya berharap, Pastori dimaksud dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, dan mempermudah pelayanan ketua majelis jemaat dalam melayani jemaat Kategorial Polri Teratai Kasih. “Diharapkan Pastori ini bisa berfungsi dengan baik. Kemudian kepada bapak pendeta Steven Athiuta selamat menikmati tempat yang baru mudah-mudahan lebih bisa melayani bukan hanya disini dimana saja,” katanya.

Wakil Ketua Sinode Maluku Pdt. P. Refialy menuturkan, kiranya rumah pastori ini dapat digunakan sebagai tempat berteduh pendeta dan keluarganya saja namun menjadi rumah gembala kepada umatnya.

“Dengan adanya Pastori ini maka kualitas pelayanan di jemaat ini akan semakin jauh lebih baik dari hari-hari kemarin,” harap Refialy. (Cr-6)