AMBON, Siwalimanews – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon melaporkan kapal layar motor (KLM) Sarana Perkasa yang memuat BBM dari pelabuhan Masohi menuju ke Banda yang dilaporkan hilang Sekitar pukul 10.00 WIT, akhirnya ditemukan oleh TIM SAR gabungan, Jumat (24/4).

Kapal yang dinahkodai oleh Usman Asima itu ditemukan oleh tim SAR gabungan di perairan Laut Banda, kemudian kapal tersebut bersama 5 ABK dan 1 penumpangnya langsung ditarik oleh tim SAR menggunakan KLM Kembang Baru menuju Pelabuhan Banda.

“Kapal ini awalnya hilang kontak di lokasi 04° 23′ 42.64″S- 129°45’49.52″ E Perairan Pulau Banda, kapal tersebut kini sudah ditemukan dan telah ditarik ke Pelabuhan Banda oleh Tim SAR,” ujar Kepala Basarnas Ambon Muslimin dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Jumat (24/4).

Dikatakan, Tim SAR gabungan beserta 5 ABK KLM Sarana  Prakasa dan 1 penumpangnya telah Tiba di Pelabuhan Banda dengan menggunakan Kapal KLM Kembang Baru dalam kondisi selamat.

Dalam operasi pencarian kapal ini, melibatkan personil team Pos SAR Banda , personil TNI AL Pos Banda, Personil Polsek dan Koramil Banda, ABK KLM Kembang Baru dan ABK Abimanyu ditambah personil Rescuer Kantor SAR Ambon.

Baca Juga: Jubir: Tingkat Insidentil Rapid Test Positif di Buru Cukup Tinggi

“Untuk alat angkut yang digunakan dalam operasi ini yakni,  1 unit Rib 07 Pos Sar Banda, KLM Kembang Baru dan KN SAR 235 ABIMANYU,” ucap Muslimin

Ditambahkan dengan ditemukannya, KLM Sarana Perkasa, maka Operasi SAR ini dinyatakan selesai dan setiap unsur SAR yang terlibat telah kembali ke instansi masing-masing.

Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon melaporkan kapal layar motor (KLM) Sarana Perkasa yang memuat BBM dari pelabuhan Masohi menuju ke Banda hilang pada, Kamis (23/4) sekitar pukul 10.00 WIT.

Kapal yang dinakodai oleh Usman Asima itu hilang kontak di lokasi 04° 23′ 42.64″S- 129°45’49.52″ E Perairan Pulau Banda, Kabupaten Malteng atau berjarak dari Pos SAR Banda ke lokasi kejadian 11.2 NM.

“Jadi kita mendapat laporan dari  Asrul, salah satu keluarga yang ikut didalam kapal naas itu,” jelas Kepala Basarnas Ambon, Muslmin dalam rilisnya yang diterima, Siwalima, Kamis (23/4).

Menurutnya, dari keterangan itu baru diketahui kalau kapal dengan daya angkut 40 GT tersebut mengalami ganguan mesin dalam perjalanan.

Kapal itu mengalami mati mesin pada posisi 04° 23’42.64 S 129° 45’49.52” E, jarak dari pos Sar Banda ±11.2 Nm, Heading 312.77° atau barat Laut dari Pulau Banda.

“Kita langsung menggerakan KLM Kembang Baru menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencairan kapal yang memuat 6 orang tersebut,” ujar Muslimin.

Muslimin menjelaskan, KLM Sarana Perkasa  merupakan kapal angkut BBM berwarna Putih-Hijau-Merah List Biru dan berbendera Indonesia itu mengakut 6 orang ketika mengalami treable engine.

Selain mengangkut BBM, kapal itu juga mengangkut 6 orang masing-masing; Usman Asima (55) merupakan nahkoda, Jali (45) merupakan ABK, Akan Kamis (43) juga ABK, La Man (56)  juga ABK, dan Tetep (62) juga ABK.

“Selain ABK kapal ini memuat satu orang penumpang atas nama Firmansyah Usman berumur 25 tahun,” terang Muslimin.

Saat ini, tim SAR yang terdiri dari Tim Pos SAR Banda, TNI AL, Polsek Banda, Koramil,  ABK KLM Kembang Baru, masih melakukan pencairan.  “Kapal masih dalam proses pencairan sampai sekarang,” tandasnya. (S-39)