AMBON, Siwalimanews – Lalangko Tomla, kakek berusia 80 tahun, warga Desa Nalbessy, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, tidak sadarkan diri akibat kesetrum kabel PLN bertegangan tinggi di desanya, Minggu (5/7) sekitar pukul 13.00 WIT.

Kapolsek Leksula, Iptu Obeth Nego Remialy, yang dihubungi Siwalima, Minggu sore membenarkan telah terjadi peristiwa kecelakaan yang menimpa Lalangko Tomia, akibat terkena sengatan listrik (kesetrum) dari kabel di tiang PLN yg longgar.

“TKP dekat Kali Nalbessy, Desa Nalbessy, Kecamatan Leksula. Korban masih belum sadarkan diri,” benarkan Obeth.

Menyusul terjadinya peristiwa itu, anggota Polsek Leksula telah turun ke TKP, dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi.

Beberapa warga yang berhasil dihubungi menceritakan, sebelum peristiwa naas itu terjadi, Lalangko dan istrinya Wa Ano baru balik dari kebun.

Baca Juga: Tuasikal: Perawatan Pasien Covid tak Dipungut Biaya

Keduanya sempat melintasi sungai dan lanjut pulang ke rumah dengan berjalan kaki.

Saat melewati kabel listrik bertegangan tinggi yang melorot sampai setinggi leher orang dewasa, tidak disangka kepala kakek paruh baya ini tersentuh kabel, padahal ia bersama istrinya telah membungkuk badan agar tak dapat melewati kabel tersebut.

Istrinya Wa Ano dibuat terkejut, karena sempat terdengar bunyi karas dan suaminya jatuh terlen­tang ke tanah.

La Beth, satu saksi mata yang tidak jauh dari TKP menuturkan, ia awalnya mendengar bunyi letusan kecil dan menyaksikan bapak tuanya telah terjatuh ke tanah dan menggelepar gelepar.

Paskah peristiwa tadi, korban langsung digotong dibawa ke desanya. Sebagai langkah pertolongan pertama, tubuh korban yang menderita panas dan kesakitan itu sempat dibalur dengan lumpur tanah serta lembaran pohon pisang.

Sesudah itu, korban dilarikan ke Puskesmas Leksula untuk mendapat pertolongan secara medis. Kini korban masih belum sadarkan diri.

“Mau dirujuk ke RSU Namrole. Tapi kondisi lautan lagi tidak bersahabat, dan korban masih di puskesmas,”tutur La Beth kepada keluarganya di Namlea  dari seberang telepon.

Paska insiden kesetrum itu, pihak keluarga Lalangko meminta PLN Ranting Leksula untuk ikut bertanggungjawab.

PLN juga dinilai lalai membiarkan kabel bertegangan tinggi tanpa ada pembungkus plastik itu melorot jauh hampir mencapai tanah.

“Belum ada perbaikan sampai terjadi peristiwa tadi. Bahkan hingga sore  juga tidak ada perbaikan kabel bertegangan tinggi ini,”ungkap salah satu menantu korban.

Saat berada di Puskesmas Leksula, korban dikhabarkan sempat muntah dan mengeluarkan darah lalu pingsan.

Karena itu, dokter puskesmas merekomendasikan agat korban dirujuk, sebab puskesmas tidak punya peralatan kesehatan memadai.(S-31)