AMBON, Siwalimanews – Setelah 19 hari hilang, anak buah kapal (ABK) KM Sanjaya 33 atas nama Ari Wibawa ditemukan sudah tak bernyawa lagi, bahkan sebagian anggota tubuhhya sudah tak ada. Korban ditemukan oleh ABK Kapal Sanjaya 108, pada Kamis (26/3) sekitar pukul 08.20 WIT dalam kondisi mengapung di perairan laut Aru dan terbelit jaring salah satu ABK atas nama Jafar Paparu (40).

Jadi ketika itu kapal Sanjaya 108 sedang lego jangkar pada posisi  7° 122  233  S – 134° 202  463  E di perairan Aru, dimana kapal dalam kondisi perbaikan pada mesin, serta menunggu alat mesin dari kapal rombongan. Jafar Paparu melihat benda putih terapung, selanjutnya melaporkan kepada kapten kapal Bingsing bahwa ada benda putih terapung di sekitaran kapal dengan jarak lebih kurang 500 meter,” ujar Kepala Basarnas Ambon Muslimin dalam rilis yang diterima Siwalima, Sabtu (28/3).

Menurutnya setelah jasad korban ditemukan kemudian dievakuasi ke RSUD Cenderawasih Dobo untuk dilakukan visum.

“Dari ciri-ciri jenasah yang ditemukan merupakan  ABK KM. Sanjaya 33 yang mengalami kecelakaan laut beberapa waktu lalu,” tandasnya.

13 Selamat

Baca Juga: Jembatan Hunimua Segera Diperbaiki

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga hari melakukan pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan 13 anak buah kapal (ABK) KM Sanjaya-33 yang tenggelam bebe­rapa hari lalu di Perairan Aru Kabu­paten Kepulauan Aru.

13 ABK itu ditemukan dalam keadaan selamat oleh masyarakat dan SAR. Sedangkan satu ABK lainnya dinyatakan hilang. 13 ABK termasuk nahkoda itu yakni Syeh Moh Basor (nahkoda), Purnama (KKM), Suhadi (Kelas I), Alfaribi ( Kelas I), Antok Irawan (Kelas I), ASDANI (Kelas I), Iwan Ardiantoro ( Kelas 1), M.Sabirin (Kelas I), Ninbrot Fuka (Kelas I) Supratikno (Kelas I), Rian Lara Paramba  (Kelas I), Daniyanto DK (Kelas I) dan M. Joni (Kelas I).

Belasan korban tenggelam yang ditemukan selamat itu kini telah dirawat di Puskesmas Ngaibor Kecamatan Aru Utara Kabupaten Kepulauan Aru. Kepala Basarnas Ambon, Muslimin dalam keterangan persnya kepada wartawan di Dobo, Selasa (17/3) membenarkan pihaknya sudah menemukan 13 orang yang terdiri dari 12 ABK dan 1 orang nahkoda kapal.

“13 orang ini berhasil selamat sedangkan 1 orang ABK masih dalam pencarian tim SAR gabungan,” ungkap Muslimin.

Ia menjelaskan pencarian hari ketiga dengan menyisir perairan sekitar Desa Rebi dan berhasil menemukan korban Andarias Soyem sekitar pukul 06.00 WIT dalam kondisi lemas 500 meter dari pesisir pantai dan dievakuasi ke Puskesmas Ngaibor.

Pencairan dilanjutkan dan tim SAR gabungan menemukan 12 ABK KM Sanjaya- 33 sekitar pukul 12.00 WIT siang, di Tanjung Lelar (daerah tanpa penghuni) dan dievakuasi ke Desa Ngaibor  untuk mendapat perawatan medis.

“Semua korban yang berhasil diselamatkan berjumlah 13 orang dan rencananya akan dievakuasi kembali ke Rumah Sakit di Kota Dobo,” jelas Muslimin.

Muslimin mengaku sudah menanyakan kepada nahkoda kapal terkait dengan peristiwa naas itu termasuk juga dengan jumlah ABK yang ada ketika berlayar.

“Ternyata sesuai dengan pengakuan nahkodanya bahwa yang ikut berlayar hanya 14 orang sedangkan didata manifest itu tercatat 15 orang. Satu ABK tidak ikut berlayar karena sakit,” ujar Muslimin menirukan perkataan nahkoda kapal.

Menurutnya satu ABK yang belum berhasil ditemukan atas nama Ari Wibowo masih dalam proses pencairan. “Satu orang ABK masih kita cari,” ujarnya.

Untuk melakukan pencarian sejumlah unsur dikerahkan seperti personil Basarnas Ambon, Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru, Lanal Dobo, Polres Dobo, PSDKP Dobo, KPLP/UPP Dobo, Pengurus Kapal KM Sanjaya 33, ABK KN, Koramil Aru Selatan, Babinsa Aru Selatan, Brimob Dobo dan masyarakat.

Alusista yang digunakan yakni KN. Kalawai KN.P 117 Milik KPLP Dobo, KN Arun-903, speed Lanal Aru, Long Boat masyarakat, KM. Penambulai, KM Araweira, KM. Banawa dan KN. 04 UPP Dobo.

Sementara itu, Kepala Desa, Ngaibor Reinhard Gardjalay kepada wartawan mengaku, sekitar pukul 06.00 WIT, Andarias Soyem menemukan korban diatas pasir di Pantai Desa Ngaibor, korban dalam kondisi lemas dan di bawa ke rumah Andarias yang merupakan Kaur Pembangunan Desa tersebut.

“Jadi saudara Andarias Soyem yang merupakan Kaur Pembangunan temukan korban sudah di pantai, korban terombang ambing selama tiga hari tiga malam, korban dalam kondisi lemas,” ungkap Reinhard.

Dijelaskan, setelah korban dibawa ke rumah dan diberikan makan dan minum, kondisi korban sudah agak membaik dan akan di bawa ke Puskesmas setempat. Selain itu korban juga nantinya akan di jemput oleh tim SAR untuk dievakuasi ke Dobo Ibu Kota Kabupaten Kepu­lauan Aru di Dobo.

Untuk diketahui pencarian ini dibagi menjadi empat group. Titik pencarian yang dilakukan dimulai dari titik koordinat Lat: 6° 232  31.923  S dan Lon: 133° 542  53.993  E dan sekitarnya. (S-39/S-25)