AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terus melakukan pembenahan untuk jaringan internet maupun jari­ngan listrik guna memper­siapkan diri menyelenggarakan MTQ tingkat Provinsi Maluku ke-29.

Pemadaman listrik sampai saat ini masih sering terjadi di Kota Saumlaki diakibatkan pihak PLN sementara melakukan pembenahan jaringan kabel. Sementara untuk kapasitas penggunaan internet juga bakal ditambah.

“Jadi sementara dalam proses pembenahan sehingga ketika MTQ berlangsung di bulan Oktober-November, baik internet maupun listrik kita pastikan aman,” kata Plt Sekda KKT Ruben Benharvioto Moriolkussu, kepada Siwalima, Senin (1/2).

Dikatakan dulu sebelum masuknya jaringan internet cepat menggunakan fiber optik memang sangat lemah, namun setelah dilakukan pemenahan dan penyambungan proyek Palapa Ring Timur, jaringan internet tidak ada kendala.

“Ada beberapa kecamatan saja, yang masih kesulitan menggunakan jaringan internet dan itu tetap dilakukan pembenahan,” ujar Ruben.

Baca Juga: Mahasiswa tak Bermasker Tolak Dirapid

Sedangkan untuk jaringan listrik memang dalam proses pembenahan. Dan setiap hari Sabtu pasti ada pemadaman bergilir di dalam kota.

Menurutnya setiap kali dilakukan pemadaman, pihak PLN melakukan pemberitahuan kepada masyarakat.

“Mereka selain melakukan perbaikan jaringan, juga membenahi tanaman yang tersangkut di kabel dan sebagainya, dan kami pastikan itu tidak berlangsung lama,” ungkapnya.

Sedangkan persiapan sarana prasarana lainnya memang terus digenjot oleh panitia penyelenggaraan MTQ.

“Kalau persiapan lain sementara berjalan, pembenahan terus di lakukan di semua bidang sehingga bisa selesai sebelum jadwal penyelenggaran MTQ berlangsung,” tandasnya.

KKT Siap

Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Maluku ke-29.

MTQ sesuai rencana akan digelar pada akhir Oktober hingga awal November 2021 menjadi kegiatan akbar pertama dikabupaten itu dibawa kepemimpinan politisi partai Nasdem tersebut.

“Kita baru saja rapat koordinasi dengan Pemprov Maluku yang dihadiri oleh Sekda Kasrul Selang, Karo Kesra Muhamad Aji, Kakanwil Agama Maluku dan LPTQ Maluku bersama dengan panitia penyelenggara, dan kita sepakati persiapan mulai kita lakukan sampai bulan Juni selesai,” ucap Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (27/1).

Saat ini kata Bupati, panitia penyelengara daerah sementara mempersiapkan akomodasi serta sarana dan prasarana penyelenggaraan MTQ.

“Lapangan pembukaan dan penutupan, VIP podium dan panggung saat ini sementara dikerjakan. Kita targetkan akan selesai pada bulan Mei atau Juni,” ujarnya.

Ia mengaku, panitia penyeleng­garaan MTQ ke-29 yang dipimpin Ketua Klasis GPM Tanimbar Sela­tan Pendeta Leny Bakarbessy dan Ketua Hariannya Pastor Sipe Matruti, Wakil Uskup Kepulauan Tanimbar bekerja dengan sangat luar biasa dan sangat istimewa.

Dalam rapat itu juga disebutkan pada pertengahan bulan Februari, Pemprov, LPTQ Maluku dan Kanwil Agama akan melakukan pengece­kan ke lokasi penyelenggaraan MTQ. “Persiapan kita luar biasa termasuk panitia dan kami target­kan peserta yang akan mengikuti kegiatan sebanyak 700-1000 orang diluar undangan,” tuturnya.

Untuk menampung paserta, menurutnya, Pemkab Kepulauan Tanimbar telah mempersiapkan sejumlah hotel, penginapan dan mess pendeta serta pastor.

“Kita tidak menggunakan rumah warga untuk menampung peserta, namun yang pasti tempat yang kita siapkan mencukupi,” ungkapnya.

Ditanya terkait dengan transpor­tasi dari dan menuju ke KKT yang sejauh ini masih sangat sulit, ia me­ngaku, hal itu telah dibicarakan juga dalam rapat bersama Pem­prov Maluku.

“Tadi kita bicara untuk transportasi udara, dimana Pesawat Wings nanti akan kita minta tambah volume jam terbang 3 hari sebelum pelaksanaan. Jadi pesawat ini  bisa terbang sampai empat kali dalam sehari,” tandasnya.

Sedangkan untuk transportasi darat, pihaknya sudah minta bantuan 10 unit bus dari Pemprov Maluku. Selain itu, panitia juga akan sangat ketat untuk para peserta yang datang.

“Kita akan terapkan protokol kesehatan ketat. Peserta wajib swab antigen dan sudah divaksinasi,” cetusnya. (S-39)