AMBON, Siwalimanews – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elsye Leunupun menuntut terdakwa Richard D Sinay alias Icat dengan pidana 12 tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah mela­kukan tindak pidana memiliki, me­nyimpan, menguasai, atau menyedia­kan narkotika golongan I jenis sabu-sabu seberat 93,52 gram.

Tuntut JPU tersebut dibacakan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa (1/11) dipimpin majelis hakim yang diketuai Wilson Shriver.

“Terdakwa Richard D Sinay alias Icat, terbukti secara sah dan meyakinkan ber­salah melakukan tindak pidana dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana dimaksud ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) Undang–Undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ungkap JPU Elsye B. Leonupun saat membacakan tuntutan.

Selain pidana 12 tahun, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp8 miliar, subsidair empat bulan kurungan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdak­wa tetap ditahan.

Baca Juga: Berkas Korupsi Rumah Jabatan Sekda Bursel Lengkap

Sementara itu JPU juga membe­berkan barang bukti berupa, satu dos rokok sampoerna hijau dida­lamnya terdapat satu plastik bening ukuran sedang yang dibungkus tissue didalamnya berisikan tiga plastik bening ukuran kecil masing-masing, penggalan-penggalan benda bening diduga narkotika jenis shabu-shabu

Selanjutnya, dua plastik bening ukuran sedang masing-masing berisikan penggalan penggalan benda bening diduga narkotika jenis shabu-shabu. Tiga dos rokok Esse masing-masing didalamnya terdapat dua plastik bening ukuran kecil yang dibungkus tissue masing-masing didalamnya berisikan, satu plastik bening ukuran kecil berisikan penggalan-penggalan benda bening diduga Narkotika jenis shabu-shabu sehingga berat total paket adalah 93,52gram, disisihkan untuk peng­ujian laboratorium 0,13 gram dan sisa adalah 93,39.

Kemudian dua buah bong dengan pipet kaca, satu alat timbangan yang dirampas untuk dimusnahkan

JPU juga membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2000 dalam persidangan hari ini, serta mempertimbangkan hal-hal yang meringankan yaitu bahwa, terdakwa berlaku sopan di persidangan, Terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesal atas perbuatannya serta berjanji  tidak akan mengulanginya

Hakim kemudian menunda sidang hingga Selasa (8/11) depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan dari terdakwa. (Mg-1)