AMBON, Siwalimanews – Kapolda Sumatera Barat yang sedang dalam proses mutasi menjadi Kapolda Jawa Timur, Irjen Teddy Minahasa, dikabarkan ditangkap Divisi Propam Mabes Polri. Teddy ditangkap diduga terkait kasus narkoba.

Penangkapan Teddy Minahasa terjadi bersamaan di hari Presiden Joko Widodo sedang memanggil semua kapolres dan kapolda se-Indonesia ke Istana Presiden.

Hari ini Teddy tidak terlihat bersama kapolda lain yang berkumpul di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta Selatan.

Seperti dikutip dari detik.com, para kapolres dan kapolda berkumpul lebih dulu di PTIK sebelum bersama-sama berangkat ke Istana Negara. Mereka menumpangi bus bersama-sama untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi.

Jumat (14/10) pagi, para pejabat Polri sudah berkumpul di PTIK sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka terlihat mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) berwarna cokelat.

Baca Juga: Terancam tak Beroperasi, Panca Karya Minta Modal Tambahan

Sesuai arahan Jokowi, mereka juga tidak membawa penutup kepala dan tongkat. Di PTIK, terlihat ada Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, Kapolda Riau Irjen M Iqbal, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfi, hingga Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi.

Selain itu, juga terlihat Asisten SDM Polri Irjen Wahyu Widada, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri, dan Kapolda NTT Setyo Budiyanto, dan kapolda lainnya.

Begitu pula di Istana. Per pukul 13.00 WIB, Teddy Minahasa juga tak terlihat di lokasi. Tampak ada ratusan pejabat Polri yang mendatangi Istana Negara.

Pertemuan para kapolres dan kapolda se-Indonesia dengan Jokowi dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB. Belum diketahui apa yang akan disampaikan Jokowi kepada para pejabat Polri tersebut.

Teddy Minahasa dikabarkan ditangkap pada pagi tadi. Sementara para kapolres dan kapolda diundang ke Istana Negara sudah sejak Rabu (12/10).

Teddy Minahasa ditetapkan sebagai Kapolda Jatim berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2134 IX/KEP/2022. Posisi Kapolda Jatim sebelumnya diisi Irjen Nico Afinta.

Kapolri Jenderal Sigit Prabowo mengaku, akan menjelaskan penangkapan itu secara resmi.
“Sore setelah dari istana saya akan release resmi,” janji Kapolri. (S-06)