NAMLEA, Siwalimanews – Pada tahun anggaran 2021, prioritas pembangunan di Kabupaten Buru di fokuskan pada tujuh sasaran.

Tujuh sasaran pembangunan tersbeut yakni, pertama, peningkatan kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing. Dua, peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, tiga peningkatan infrastruktur perkotaan dan perdesaan, empat, pengelolaan SDA dan Parawisata, lima, penataan ruang daerah, peningkatan mitigasi bencana dan kualitas lingkungan.

Kemudian, keenam, peningkatan kelembagaan ekonomi kreatif dan iklim berusaha serta ketujuh, revolusi mental serta pelestarian adat dan budaya.

Ketujuh fokus pembangunan itu disampaikan Sekda Buru, Ilyas Bin Hamid yang menyampaikan pesan Bupati Ramly Ibrahim Umasugi saat membuka kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan Waplau Tahun 2021 yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Iqra Buru dengan Pemerintah Kecamatan Waplau tentang pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di Kantor Kecamatan Waplau.

Dikatakan, rencana kerja pemda yang disusun melalui proses musrenbang merupakan suatu keharusan normatif sebagaimana diatur dalam UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

Baca Juga: Setiap Pustu di Bursel akan Ditempati Tenaga Kesehatan

“Pelaksanaan musrenbang bertujuan mendapatkan masukan untuk menyusun RKPD kabupaten, sinkronisasi agenda dan prioritas pembangunan kecamatan dengan program prioritas kecamatan yang memerlukan dukungan pendanaan,” ujar Sekda.

Diharapkan, pelaksanaan musrenbang menjadi media interaktif bagi segenap stekholders kecamatan untuk menetapkan program dan kegiatan kecamatan serta rekomendasi kebijakan guna mendukung implementasi program/kegiatan tahun anggaran berikutnya.

Membangun komitmen bersama diantara pemangku kepentingan dalam pencapaian pembangunan yang berkualitas, transparan dan akuntabel menjadi tolak ukur Akuntablitas, profesionalisme dan bobot pelayanan publik dewasa ini.

“Perencanaan pembangunan yang tidak transparan dan akuntabel akan menimbulkan pencitraan yang negatif terhadap kualitas pelayanan aparatur pemerintah,” tegasnya.

Untuk itu, Berdasarkan pengamatan lingkungan strategis serta permasalahan mendasar yang dihadapi bersama, maka Bupati Buru menitip pesan kepada peserta musrenbang agar pada tahun anggaran 2021 prioritas pembangunan lebih difokuskan pada ketujuh prioritas pembangunan tersebut. (S-31)