AMBON, Siwalimanews – Anggota Komisi VI DPR Hendrik Lewerissa, meminta Pertamina agar dapat membangun pertashop di perkampungan nelayan, sehingga para nelayan bisa memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan BBM, terutama solar dengan harga yang relatif sama dengan SPBU.

Permintaan itu disampaikan Lewerissa dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VI DPR dengan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, yang berlangsung di ruang sidang utama Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).

Menurut HL, sapaan Lewerissa, apapun alasan keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM adalah keputusan yang tidak populer di masyarakat, terutama dalam konteks dimana masyarakat tahu betul bahwa kenaikan ini terjadi ditengah harga minyak dunia yang lagi turun saat ini.

Hal ini tidak mudah dihadapi oleh masyarakat, karena masyarakat dalam proses pemuluhan ekonomi pasca Covid 19 yang terjadi selama 2,5 tahun, sehingga sangat tidak mudah menghadapi situasi kenaikan BBM.

“Oleh karena itu sebagai anggota Fraksi Gerindra di Komisi VI, saya mau tegaskan tentang solusinya, yang mana salah satunya adalah memastikan, terutama kepada para nelayan di desa-desa pasokan BBM terutama solar aman. Oleh karena itu jalan keluar yang solutif adalah, memastikan ada pembangunan Pertshop-Pertashop di perkampungan nelayan, terutama solar, agar para nelayan mudah dapat BBM,” usul HL.

Baca Juga: Penggunaan Pangan Lokal Butuh Intervensi Program

Kenapa demikian, kata Lewerissa, fakta objektifnya itu, para nelayan kesulitan mendapatkan BBM, kalaupun dapat itu dengan harga yang sangat tinggi, dan ini terjadi sebelum ada kenaikan BBM, apalagi pasca kenaikan BBM.

“Yang belum ada kenaikan BBM saja, nelayan dapat BBM dengan sulit, kalau dapat itu juga dengan harga tinggi, apalagi saat ini pasca kenaikan BBM. Kita tentu pasti sudah punya bayangan betapa sulitnya mereka,” bebernya.

Bangun 250 Pertashop 

Nicke Widyawati pada kesempatan itu mengaku, pihaknya akan membangun Pertashop khusus nelayan di 250 titik di seluruh Indonesia, dengan harapan, para nelayan bisa membeli solar dengan harga yang sama di SPBU.

“Jadi buat nelayan ini langsung bisa ke Pertaashop beli BBM dengan harga yang sama dengan di SPBU,” ungkap Nicke.

Pembangunan Pertashop ini, kata Nicke, selain seperti yang diusulkan anggota Komisi VI Hendrik Lewerissa, juga untuk mendekatkan Pertashop dengan nelayan, dan ini  pilihan utama demi  mencegah kebocoran penyaluran BBM subsidi. Pembangunan Pertashop ini, Pertamina akan menggandeng koperasi nelayan setempat, sehingga yang berhak membeli solar bersubsidi ini, hanya anggota koperasi saja.

“Anggota koperasi nelayan akan punya QR-Code yang menempel dengan NIK-nya ini yang berhak beli. Selain itu tidak akan dilayani,” jelas Nicke.

Sementara penentuan lokasi Petrashop yang akan dibangun, Pertamina akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sedangkan untuk penunjukkan koperasi nelayan akan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. (S-06)