PIRU, Siwalimanews – Sebanyak 4 orang yang mendapat isolasi di rumah susun pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (18/5) dipulangkan ke rumah masing-masing, setelah hasil uji sampel swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) negatif.

Dimana sebelumnya keempat orang yang mendapat isolasi di rumah susun ASN tersebut bersama 4 orang lainnya yang merupakan keluarga DAS sudah dilakukan swab dengan total 8 orang. Diantarnya 3 orang yang dinyatakan reaktif dan 5 diantaranya yang kontak erat dengan pasien DAS yang merupakan pasien 35 yang meninggal Kamis (7/5) lalu, dan hasil swab sudah dikirim untuk diuji di BTKL itu dan hasilnya negatif.

Atas hasil negatif  tersebut, sehingga 4 orang merupakan PDP yang diisolasi di rumah susun ASN  langsung dipulangkan ke rumah masing-masing, salah satunya merupakan Kabag Pemerintahan Pemkab SBB, 2 orang Camat, dan Pegawai Puskesmas Kairatu.

Sementara untuk 4 orang lainnya yang merupakan keluarga almarhum ini, kata Tappang,  juga dinyatakan negatif, salah satunya kedua orang tua DAS, anaknya, dan sepupunya. Ke empat keluarganya sudah ada dirumahnya, karena mereka hanya menjalani karantina mandiri di rumah.

Hal ini diungkapkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid -19 SBB melalui Kadis Kesehatan Johanes Tappang didampingi Kabag Humas H. Mandaku yang merupakan Jubir Gustu  Covid 19, kepada wartawan melalui konfrensi pers, yang berlangsung di Kantor Bupati, Senin (18/5).

Baca Juga: Hasil PCR Negatif 8 Warga SBB Dikembalikan ke Keluarga

Dikatakan, lantaran hasilnya negatif maka pihak Tim Gustu SBB didamping Sekretaris Daerah (Sekda) Mansur Tuharea langsung menjeput empat orang itu untuk dipulangkan kerumah masing-masing.

“Penjumputan oleh Tim Gustu SBB ini sekaligus dikembalikan mereka ke rumah masing-masing sehingga masyarakat tidak mengecilkan mereka, dan masyarakat bisa melihat dam menyaksikan sendiri kalau mereka ternyata negatif, serta sembuh total dan tidak ada virus lagi. Sedangkan untuk ke 4 lainnya yang merupakan keluarga DAS sudah ada di rumah mereka, karena mereka hanya menjalani karantina mandiri rumah,” terangnya.

Tim Gustu SBB juga menambahkan, sedangkan untuk 12 orang lainnya belum dilakukan rapid test karena belum ditemukan itu, ternyata hanya 11 orang saja karena satu orang namanya dobel.

Dan pada Senin (18/5), enam orang sudah didapat dan telah dilakukan tracking. Sedangkan untuk lima orang lainnya sementara masih dalam pencarian. (S-48)