Gustu Nilai Nyanyian BKT Pasien Covid Malteng Hanya Asumsi

MASOHI, Siwalimanews – Nyanyian Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Maluku Tengah berinial BKT yang mengeluhkan perawatannya di media sosial facebook miliknya dengan kalimat-kalimat tidak pantas dinilai oleh Gugus Tugas Malteng hanya sebatas asumsi belaka.

Pasalnya hasil PCR yang bersangkutan sendiri sampai dengan 27 Mei lalu masih tetap positif dan sehingga tetap menjalani perawatan dengan protap Isolasi di RSUD Malteng.

“Kami kira semua tudingan dari pasien ini hanya asumsi kosong. Pelayanan yang diberikan sudah sesuai protap yang di turunkan dari Kemenkes. Selain itu hasil PCR yang bersangkutan masih positif sampai 27 Mei lalu,” ucap Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malteng, dr Jenny Adijaya didampingi Direktur RSUD Masohi, dr Ursula Suryastuti dalam keterangan persnya di Posko Penanggulangan Covid-19 Malteng, Kamis (28/5).

 

Gustu Malteng memahami phsikologi pasien ini dan tidak menganggap makiannya sebagai masalah yang harus ditanggapi. Namun soal pelayanan lain seperti makanan, pemeriksaan dokter, ketersediaan air minum dan lain sebagainya yang dikeluhkan yang bersangkutan itu sangatlah tidak benar.

“Pasien ini pernah kabur dua kali dari rumah sakit, sehingga langkah yang diambil lebih kepada upaya untuk mengamankan ruang isolasi agar yang bersangkutan tidak kembali kabur. Meski demikian sekarang sudah ditempatkan pihak keamanan untuk menjaga ruang isolasi. Soal pelayanan lain yang dikeluhkan semua sudah dilaksanakan sesuai protap penanganan pasien terinfeksi Positif Covid-19,” tandasnya.

Ia mengaku, pasien ini memang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 pada 27 April lalu, baik secara rapid rest maupun swab dan hasilnya sudah dilakukan test sebanyak 4 kali, terakhir pada 27 Mei kemarin hasilnya masih tetap positif.

“Yang bersangkutan ini terpapar dari istrinya yang pada 27 April lalu menjalani operasi di RSUD Masohi, dimana hasil rapid dan PCR positif. sementara kondisi istri yang bersangkutan kini dipastikan telah sembuh setelah menjalani perawatan di RSUD Masohi. Dimana hasil swab dan PCR istrinya sebanyak 4 kali dinyatakan negatif dan sembuh,” cetusnya.

Untuk langkah penanganan pasien ini kata dia, akan terus dilakukan terapi, dimana dalam 5 hari kedepan akan dilakukan pengambilan swab kembali.

“Pasien ini masih harus terus dirawat. Intinya semua pelayanan sudah kita lakukan sesuai protap yang membedakan hanya dilayani dokter dan tenaga medis dengan menggunakan APD. Tetapi umumnya pelayanan kesehatan pasien rawat inap di rumah sakit tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kami semua berdoa dan berharap yang bersangkutan serta pasien lainnya dapat memperoleh kesembuhan,” paparnya.

Ditambahkan, secara umum kondisi pasien ini sehat, namun paparan virus sesuai protap PCR masih tetap positif, sehingga penanganan harus tetap berjalan sesuai protap, sebab para dokter dan tim medis juga harus dijamin keselamatan mereka agar tidak terinfeksi dari pasien yang dilayani. (S-36)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *