AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Murad Ismail bersama istri dianugrahi gelar adat Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Gelar adat yang dianugerahi kepada gubernur yakni Lauran Aman yang artinya bapak untuk seluruh masyarakat Lauran, sedangkan sang istrinya diberi gelar Lauran Enan atau Ibu bagi seluruh masyarakat Desa Lauran.

Prosesi ritual digelar di alun-alun Desa Lauran, Kamis (14/7) dan disaksikan Penjabat Bupati KKT Daniel Indey serta DPRD dan Forkopimda, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga Desa Lauran.

“Saya bersyukur dapat diterima dengan penuh keramahan oleh pemerintah dan wraga Desa Lauran serta pada umumnya masyarakat Tanimbar dengan pesona dan rona adat dan budaya yang luar biasa. Secara pribadi, keluarga dan selaku pemda, saya dengan penuh ketulusan dan rasa bangga menyampaikan rasa terima kasih atas pemberian gelar adat yang bermakna bapak bagi seluruh masyarakat Desa Lauran. Begitu pula Lauran Enan kepada ibu Widya,” ungkap gubernur.

Gubernur mengaku, untuk ketiga kalinya dia mendapat amanah gelar adat di KKT, dimana  Yang pertama di Desa Olilit dengan gelar Amasaman, artinya pemegang emas. Sementara sang istri dengan gelar Amasenan, bermakna yang menjaga emas, kemudian di Sifnana, dengan gelar adat Mel Ame dan Ibu dengan gelar Mel Ene adalah gelar bangsawan, dan bila diibaratkan seperti pohon beringin yang membuat masyarakat dibawah pohon merasa sejuk, terlindungi dan terjaga dari panas matahari dan hujan lebat sekalipun.

Baca Juga: Walikota dan DPRD Tinjau Sejumlah Lokasi Terdampak Bencana

“Ini peristiwa luar biasa, saya jadi terharu. Gelar adat yang disematkan ini, menunjukkan betapa luhur dan mulia peradaban masyarakat Kepulauan Tanimbar yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya, yang menghormati pemimpin dan orang yang dituakan,”katanya.

Gubernur mengaku, warga Desa Lauran dan masyarakat KKT pada umumnya, memiliki warisan budaya dan adat yang patut dihormati dan di junjung tinggi. Dimana adat dan budaya itu merupakan warisan para leluhur yang didalamnya ada kearifan-kearifan hidup, ada nilai penghormatan kepada tamu serta  ada sopan santun.

Olehnya itu, kepada masyarakat Tanimbar khususnya para generasi muda, gubernur mengingtkan, agar tetap menjadi agen-agen budaya Tanimbar yang utama. (S-25)