MASOHI, Siwalimanews – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika Soegijapranata) Semarang, dalam banyak hal, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Penjabat Bupati Malteng Muhamat Marasabessy dengan Rektor Unika Soegijapranata Ferdinandus Hindiarto berlangsung di kampus Unika Semarang, Selasa (21/3).

Item kerja sama yang dibangun seperti program Matching Fund Kedaireka dan kepemilikan kekayaan intelektual, efisiensi tata kelola pemerintah daerah untuk penguatan desa adat melalui peningkatan kapasitas Saniri Negeri di Kabupaten Malteng.

“Upaya ini sekaligus sebagai bentuk perhatian serius untuk penataan dan pengembangan wilayah pedesan, baik dari aspek tata kelola pemerintahan desa termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan,” tegas bupati.

Ia mengaku ditengah usaha dan kerja keras melakukan penataan kelembagaan pemerintahan desa, Lembaga Penelitian dan Pengbadian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata menawarkan kerja sama untuk menjadikan Malteng sebagai sasaran mitra program matching fund kedairake.

Baca Juga: Tenaga Teknis Diterima Terbatas untuk PPPK

“Kami sangat antusias dan merespon usulan kerja sama ini sebab sejalan dengan penugasan yang sementara dikerjakan,” tegasnya.

Bupati optimis program ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi penataan kelembagaan dan penguatan kapasitas negeri-negeri.

Rektor Unika Soegijapranata, Ferdinandus Hindiarto mengaku kerja sama yang akan dilakukan sebagai wujud perutusan unika Soegijapranata untuk mengem­bangkan ilmu pengetahuan demi semakin baiknya kehidupan.

“Unika Soegijapranata akan mendukung pembangunan di kawasan desa dan daerah-daerah terpencil, perbatasan, kepulauan, kata rektor.

Kerja sama ini, lanjutnya akan dimulai dengan penguatan negeri-negeri yang di dalamnya memberi pengakuan besar terhadap semua desa adat di Indonesia.

“Penguatan Negeri melalui peningkatan kapasitas saniri juga dapat menjawab tantangan pembangunan Maluku dalam RPJMN 2020-2024 yang salah satunya adalah percepatan pembangunan desa secara terpadu,” tandasnya.(S-17)