AMBON, Siwalimanews – Dua puitri terbaik Maluku yakni Gwen Chelsea Putri Lempang siswa SMP Negeri 9 dan Evaline Upessy, siswa kelas 5 SD Kristen 1 Kota Tual dan mewakili Maluku di ajang putri Heritage Indonesia di Kota Malang pada 1-5 Juni mendatang.

Sebelum berangkat, Chelsea berkunjung ke Balai Kota Ambon untuk meminta dukungan dari Wakil Walikota Ambon Sharif Hadler.

“Chelsea melaporkan kepada saya, dia akan mengikuti ajang tersebut, dan dia telah mempersiapkan diri terkait dengan pengetahuan Heritage dan pengetahuan lainnya sehingga dengan itu Pemkot mewakili pak wali dan masyarakat Kota Ambon memberikan dukungan penuh,” kata Hadler.

Dijelaskan secara nasional ada 10 lokasi benteng Heritage yang diakui dan empat diantaranya terdapat di Maluku yakni, Benteng Victoria, Duurstede, Amsterdam, dan Belgica.

“Selain itu ada juga Wali Kota Ambon juga telah mengusulkan 10 tempat untuk ditetapkan sebagai lokasi Heritage. Semua pengetahuan tentang tempat- tempat ini harus diketahui dan dikuasai olehnya sehingga ketika ditanyakan oleh tim penilai atau juri dapat menjawab dengan baik,” ujar Hadler.

Baca Juga: Tolak Rencana Pemilihan Raja Tulehu, Warga Blokir Jalan

Sementara itu ibunda Gabriela, Mey Tapotubun mengakui telah mempersiapkan putrinya sejak Januari lalu untuk mengikuti lomba tersebut.

Dikatakanya, pada ajang Putri Heritage Indonesia ini terdapat lima hal yang harus dipersiapkan yakni evening gown, regional costume, baju olahraga, baju tidur selama di hotel dan untuk membuat video promosi Heritage di desa atau ohoi atau kecamatan atau di kabupaten masing-masing.

“Untuk pembuatan video promosi Heritage Indonesia, durasinya bebas minimal 1 menit dan maksimalnya bebas,” sambung Mey.

Dijelaskannya, video promosi heritage Indonesia tersebut harus dikirm ke panitia lewat aplikasi WhatsApp untuk selanjutnya oleh panitia diupload ke YouTube.

Kemudian para peserta atau finalis harus mengirim ke teman-teman untuk mendapatkan like, komen dan subscribe serta harus ditonton sebanyak- banyaknya untuk menjadi favorit.

“Setelah lolos, maka peserta diwajibkan meminta video dukungan dari pejabat setempat dimana para finalis berasal,” tandasnya. (S-20)