AMBON, Siwalimanews – Sebanyak 120 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum rusak akibat dihantam banjir dan longsor yang melanda Kota Ambon, Sabtu (3/10).

Menurut Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, 120 rumah warga rusak akibat longsor yang terjadi di 163 titik dan banjir di 153 titik yang tersebar pada empat kecamatan di Kota Ambon yaitu, Kecamatan Sirimau, Nusaniwe, Leitimur Selatan dan Baguala kecuali Teluk Ambon.

Namun kata mantan Ketua DPRD Maluku ini, data-data tersebut masih diverifikasi lagi.

“Datanya masih kita verifikasi dulu, “tutur walikota kepada warta­wan di Ambon, Senin (5/10).

Pemkot Ambon, kata walikota, telah berkoordinasi dengan BPBD Maluku, Balai Sungai dan Balai Jalan untuk menanggulangi kerusakan akibat banjir dan longsor.

Baca Juga: Rahman Sesali Disdik Biarkan Sekolah Buka di Zona Merah

“Dalam waktu dekat ini kita akan rapat koordinasi dengan instansi ter­kait misalnya BPBD Provinsi, PUPR provinsi, Balai Wilayah Su­ngai dan Balai Jalan untuk diskusi­kan dan atur secara bersama porsi-porsi tanggung jawab kita, agar se­mua tidak dibebankan kepada Kota Ambon,” katanya.

Walikota mengaku, telah menu­gaskan Bappeda dan keuangan kon­sultasi dengan Kemendagri tentang bagaimana pengalokasian dana untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi ini.

Selain itu, Pemkot telah melaporkan kondisi bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kota Ambon ke BNPB.

Serahkan Bantuan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku telah memberikan bantuan tanggap darurat kepada korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kota Ambon pada Sabtu (3/10).

“Sejumah bantuan tanggap darurat sudah kita serahkan seperti karung, terpal, sekop, perlengkapan keluarga, selimut, tikar sampai perlengkapan makan,” jelas Kepala BPBD Maluku, Henri Far-Far kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (5/10).

Ia merincikan, bantuan tanggap darurat yang sudah disalurkan yakni, Terpal ukuran 4×6 sebanyak 41 lembar, Terpal ukuran 6×8 satu lembar, karung 135 lembar, sekop 19 buah, garu-garu 13 buah, perlengkapan keluarga 14 buah, selimut 30 buah, tikar 29 lembar dan perlengkapan makan tiga paket.

“Desa Amahusu kita serahkan bantuan ke 6 rumah kepala keluarga, Desa Suli 1 KK  Kelurahan Rinjani 1 KK, Batu Merah 2 KK, Kopertis 1 KK, Galunggug 1, Perum Beca Cukai di Kecamatan Baguala 1 kk dan Gunung Nona 1 KK,” terang Far-Far.

(Mg-6/S-39)