AMBON, Siwalimanews – Menindaklanjuti adanya permintaan masyarakat dalam kaitan dengan kelangkaan BBM yang terjadi diwilayah Leihitu sejak beberapa waktu belakangan ini, Wakil ketua DPRD Provinsi Maluku, Aziz Sangkala meminta kepada pihak pertamina untuk dapat memperhatikan hal dimaksud.

“Kami minta pertamina tolong diperhatikan kebutuhan masyarakat di Leihitu,” pinta Sangkala kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (10/6).

Dikatakan, saat ini kondisi semua masyarakat kecil yang terdampak akibat pandemi covid-19 telah sangat susah namun harus terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum walaupun ditengah pandemi sehingga kebutuhan bahan bakar sangat penting jangan sampai ada kelangkaan dalam kondisi pandemi.

“Jangan sampai aktifitas masyarakat terutama aktifitas ekonomi terutama para nelayan yang membutuhkan bahan bakar tidak dapat tersuplai dengan baik,” tegas Sangkala

Terkait dengan permintaan kelompok masyarakat Leihitu untuk DPRD Maluku dapat memanggil pertamina, Sangkala yang juga anggota DPRD Maluku dapil Maluku Tengah ini menuturkan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pimpinan dewan untuk diadakan rapat bersama pertamina dalam rangka membicarakan persoalan kelangkaan BBM yang dihadapi masyarakat Leihitu maupun di seluruh Maluku.

Baca Juga: KM Bahari 05 Terbakar, 1 ABK Tewas

“Nanti kita juga akan panggil pertamina tapi akan koordinasikan dulu,” terangnya.

Seperti diberitakan, masyarakat di Kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng kini mulai merasakan dampak kelangkaan BBM. Nelayan di kecamatan itu tidak lagi melaut lantaran BBM jenis premium sulit didapat.

Juru Bicara Hena Hetu, Rauf Pellu kepada Siwalima Senin (8/6), meminta kepada DPRD Provinsi Maluku untuk panggil Pertamina mempertanyakan kelangkaan BBM jenis premium di Kecamatan Leihitu.

Ia juga meminta Pemprov Maluku untuk memperhatikan keluhan masyarakat Leihitu terkait kelangkaan BBM jenis premium. “Kami meminta agar DPRD Maluku segera memanggil saudara kepala cabang Pertamina Ambon untuk mempertanyakan kelangkaan ini,” tegasnya.

Pellu menjelaskan, persoalan kelangkaan BBM jenis premium itu sudah dirasakan sebelum Idul Fitri 1441 H dan sangat menggelisahkan masyarakat secara khusus para nelayan, lantaran tidak dapat melaut.

Diungkapkna, seharusnya kelangkaan BBM tidak boleh terjadi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, dimana ketika wabah itu melanda Maluku khusus Ambon dan Malteng, masyarakat kehilangkan mata pencaharian yang mengakibatkan hidup mereka kini sulit.

“Kasihan masyarakat kalau dipaksa membeli pertamax dan pertalait itu mereka tidak mampu. Tapi Pertamina kok diam, seolah mencari keuntungan di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Menurut Pellu, kelangkaan ini diduga tejadi akibat adanya pemotongan jatah BBM bagi agen-agen yang ada di Jazirah Leihitu yang sering dilalukan orang Pertamina yakni  Galih.

“Beta sendiri ngisi premium, apalagi masyarakat nelayan tidak mampu kalau dipaksa terus jatah-jatah ini kan dipotong oleh si Galih itu. DPP Hena Hitu me-minta agar pemerintah provinsi dan DPRD Maluku segera memanggil saudara Galih dan kepala cabang pertamina untuk kemudian dievaluasi sehingga jangan sampai mengejar prestasi namun menyusahkan masyarakat yang ada di Maluku,” harap Pellu. (Mg-4)